PERSIAPAN PERAWATAN

KEDARURATAN, Why Not?



PERSIAPAN PERAWATAN KEDARURATAN. Pemberian pertolongan segera kepada penderita sakit atau cedera yang memerlukan medis dasar.


Persiapan Lingkungan.Menyiapkan ruangan/kamar untuk memberikan rasa nyaman dan aman pada klien (bersih, bebas dari debu, asap rokok, ventilasi dan pencahayaan cukup)

Persiapan Alat.Peralatan disesuaikan dengan tindakan yang akan dilakukan Peralatan disesuaikan dengan kemampuan masing-masing keluarga 

Persiapan Klien : 
  1. Persiapan Fisik dan Mental
  2. Memberikan penjelasan mengenai tujuan tindakan yang
  3. akan dilakukan dan waktu yang dibutuhkan selama
  4. melaksanakan tindakan
  5. Persetujuan dari klien dan keluarga 
Persiapan Pelaku PK
  1. Memakai Alat Pelindung Diri/APD (Penutup Kepala, Kaca
  2. Mata, Masker, Celemek, Sarung Tangan dan Alas Kaki)
  3. disesuaikan dengan tindakan yang akan dilakukan
  4. Kebersihan diri Pelaku PK : mencuci tangan sebelum dan
  5. sesudah melakukan tindakan
  6. Persiapan Mental Pelaku PK : percaya diri dan tidak dalam
  7. keadaan cemas. 

PELAKSANAAN PERAWATAN KEDARURATAN di RUMAH:

1.Mencuci tangan Mencuci tangan sebelum dan sesudah melakukan penanganan klien serta menggunakan APD adalah persiapan pelaku yang sangat penting untuk menjaga keselamatan pelaku dan klien itu sendiri. 

Tindakan dan Tujuan Mencuci tangan di lakukan :
  • Sebelum dan sesudah merawat klien
  • Sebelum memegang makanan dan minuman
  • Sesudah memegang alat kotor / binatang
  • Setelah buang air kecil dan buang air besar.
  1. Membersihkan tangan dari segala kotoran
  2. Menjaga kesehatan Pelaku PK
  3. Mengurangi penularan penyakit
  4. Melatih suatu kebiasaan yang baik

2.Memakai APD.Melindungi diri pelaku PK dari kotoran dan penularan penyakit pada saat merawat klien serta untuk mencegah infkesi silang dari pelaku PK ke klien atau sebaliknya.

Jenis – jenis Alat Pelindung Diri :
  • Penutup Kepala
  • Kaca Mata
  • Masker
  • Celemek/Baju Pelindung
  • Sarung Tangan
  • Pelindung Kaki
Penutup Kepala. 

Tujuan memakai penutup kepala :
  • Mencegah jatuhnya mikroorganisme yang ada di rambut dan kulit kepala pelaku PK.
  • Melindungi kepala atau rambut pelaku PK dari percikan darah atau cairan tubuh klien.


Cara menggunakan penutup kepala :
  • Cuci tangan sesuai prosedur standar
  • Rambut Pelaku PK dirapihkan
  • Menggunakan tutup kepala sampai menutupi seluruh
  • rambut kepala.
Pelindung Wajah
Tujuan memakai kaca mata dan masker. Melindungi selaput lendir hidung, mulut dan mata selama melakukan tindakan atau perawatan klien yang memungkinkan terjadi percikan darah dan cairan tubuh lainnya.

Persiapan :
Kaca Mata dan Masker

Cara menggunakan pelindung wajah :
  • Cuci tangan sesuai prosedur standar
  • Penggunaan masker dan kaca mata disesuaikan dengan adanya kemungkinan percikan darah selama tindakan berlangsung. 

Celemek / baju pelindung
Tujuan Memakai celemek :
  • Melindungi pakaian dari kotoran
  • Mengurangi bahaya penularan penyakit
Cara menggunakan celemek :
  • Setelah mencuci tangan, peganglah tali penggantung celemek dan masukan melalui kepala
  • Kedua tali pada sisi kiri dan kanan diikat pada bagian belakang tubuh pelaku dengan ikatan yang mudah dilepas.
Cara melepaskan celemek :
  • Buka ikatan celemek yang ada dibelakang tubuh pelaku. 
  • Lepaskan celemek melalui kepala
  • Celemek dapat digantung di dalam ruangan klien dengan posisi bagian luar celemek menghadap keluar. Bila digantung di luar ruangan klien celemek harus dalam posisi terbalik (bagian luar di dalam).
  • Pelaku mencuci tangan kembali
  • Sarung tangan
  • Tujuan memakai sarung tangan. Melindungi tangan dari kontak dengan darah, semua jeniS cairan tubuh, sekret, ekskreta, kulit yang tidak utuh, selaput lendir klien dan benda yang terpapar oleh mikroorganisme/terkontaminasi. 
Pelindung Kaki
Tujuan memakai pelindung kaki. Melindungi kaki pelaku PK dari tumpahan atau percikan darah, cairan tubuh lainnya dan mencegah dari kemungkinan tusukan benda tajam atau kejatuhan alat kesehatan.
Persiapan :
Pelindung kaki (sepatu tertutup)
Cara menggunakan pelindung kaki :
  • Cuci tangan sesuai prosedur standar
  • Menggunakan sepatu sampai menutupi seluruh ujung dan telapak kaki.
  • Mencuci tangan 

PENEMPATAN TEMPAT TIDURBila seseklien harus dirawat dengan baik dan sedapat mungkin dibaringkan di tempat tidur tersendiri yang diatur rapih dan bersih.

b. Maksud dan tujuan
  1. Membuat klien merasa nyaman
  2. Mempercepat upaya penyembuhan
  3. Mencegah penyakit bertambah parah
  4. Memperkecil bahaya penularan
c. Peralatan
  1. APD
  2. Tempat tidur, kasur dan bantal
  3. Alat – alat tenun yang disusun menurut urutan
  4. pemakaian, untuk memudahkan bekerja : kain seprei,
  5. perlak, kain alas perlak, selimut dan sarung banta

Prosedur Penataan tempat tidur klien.

 Untuk klien yang dapat beranjak dari tempat tidur.

  1. Memberi tahu klien dan keluarga
  2. Semua peralatan disediakan dalam kamar diatas meja, kecuali keranjang/ember kosong untuk alat tenun yang kotor
  3. Mencuci tangan
  4. Memakai APD.
  5. Alat tenun yang kotor dilepaskan, dimasukkan ke keranjang / ember kosong.
  6. Bantal/guling disingkirkan, ditaruh di atas kursi.
  7. Kasur dibalikkan, bagian kaki berada di bagian kepala.
  8. Ambil seprei bersih, letakan lipatan pertengahan seprei pada pertengahan kasur, buka seprei dan perhatikan bahwa pada bagian kepala sisi seprei harus dapat diselipkan dengan baik (+ 25 cm dibawah kasur), barulah bagian kaki (kadang-kadang seprei kurang). Ditarik dengan baik supaya tidak ada lipatan.
  9. Kain perlak dan kain alas diletakkan di atas seprei (untuk menghindarkan seprei mudah kotor) dengan pertengahannya berada di pertengahan kasur.
  10. Pada ke empat sudut seprei dibuat lipatan diagonal, barulah diselipkan sisi alat tenun di bawah kasur, lalu dirapihkan.
  11. Sarung bantal dan guling bersih dipasang dan dikembalikan pada tempat semula. 
  12. Selimut yang bersih dipasang dengan cara pertengahan selimut diletakkan di atas pertengahan tempat tidur. Pada bagian kaki dibuat lipatan agar kaki dapat digerakkan, barulah selimut diselipkan di bawah kasur.
  13. Melepaskan APD.
  14. Mencuci tangan
■Untuk klien yang tidak dapat beranjak dari tempat tidur
  1. Memberi tahu klien dan keluarga
  2. Semua peralatan disediakan dalam kamar diatas meja, termasuk keranjang/ember kosong untuk alat tenun yang kosong (jangan diletakan di atas lantai)
  3. Mencuci tangan
  4. Memakai APD.
  5. Bantal, guling dan selimut dikeluarkan dan diletakkan di atas kursi
  6. Seluruh sisi seprei, kain perlak dan kain alas perlakdilepaskan dari selipan dibawah kasur.
  7. Klien dimiringkan membelakangi pelaku
  8. Seprei yang kotor, kain perlak dan alas perlak digulung ke arah punggung klien.
  9. Seprei yang bersih dipasang, letakkan lipatan pertengahan seprei pada pertengahan kasur dengan memperhatikan agar di bagian kepala, sisi seprei dapat diselipkan dengan baik.
  10. Perlak dan kain alas perlak yang bersih diletakkan diatas seprei bila ada satu perlak, maka perlak ditarik dari gulungan seprei yang kotor, dibersihkan kembali, dengan memakai air sabun lalu dikeringkan dan diberi talk, pasang kembali diatas seprei.
  11. Ujung dan sisi seprei, perlak dan kain alasnya diselipkan dibawah kasur serta dirapihkan,
  12. Klien dibalikkan kembali dan dimiringkan ke arah pelaku.
  13. Pelaku pindah posisi ke belakang klien, gulung alat tenunyang kotor, keluarkan dan masukan kedalam keranjang/ember untuk pakaian kotor (kecuali kain perlak bila tidak ada gantinya dibersihkan).
  14. Seprei, perlak dan kain alas perlak dirapihkan, ujung serta sisi-sisinya diselipkan dibawah kasur.
  15. Klien dibaringkan terlentang kembali.
  16. Sarung bantal dan guling diganti dengan yang bersih dan diletakkan pada tempatnya semula.
  17. Selimut yang bersih dipasang.
  18. Melepaskan APD.
  19. Mencuci tangan
MATERI CHECK-IN STATUS
PERTOLONGAN PERTAMA.! OPEN Klik👉 Ayo. Belajar
KEDARURATAN MEDIS, ANATOMI DAN FAAL DASAR.! OPEN Klik👉 Ayo. Belajar 
LEBIH TAHU TENTANG LUKA.! NOT STARTED (Reg. at.21/11)
LUKA BAKAR.! NOT STARTED* (Reg. at.28/11)
PATAH TULANG, KITA CARI TAHU Yuk..! NOT STARTED* (Reg. at.28/11)-(Reg. at @Praktik at.4/12)
PENILAIAN KORBAN.? STARTED (Reg. at. All Course)
PEMINDAHAN KORBAN.! NOT STARTED* (Reg. at.@Praktek 4/12)


PEMERIKSAAN TANDA VITAL


1.Mengukur suhu tubuh. Suhu tubuh normal adalah 370 celcius. Untuk mengukurnya kita harus menggunakan thermometer agar hasil pengukurannya akurat. 

●Tujuan mengukur suhu :
  1. Untuk mengetahui suhu tubuh klien
  2. Untuk mengetahui adanya kelainan pada suhu tubuh klien
  3. Untuk mengetahui perkembangan penyakit
  4. Untuk membantu dokter dalam menegakan diagnosis.
●Persiapan Alat
1.APD
2.Baki yang berisi :
  1. Termometer dalam tempatnya
  2. Vaselin/Minyak kelapa dalam tempatnya
  3. Buku catatan suhu
  4. Kasa, Tissu dan Alkohol 70 % untuk membersihkan 
  5. termometer 
  6. Bengkok atau tempat untuk membuang alat habis pakai
3.Tempat dan cara mengukur suhu tubuh Di Ketiak :
  1. Memberi tahu klien dan keluarga
  2. Mendekatkan alat-alat
  3. Mencuci tangan
  4. Memakai APD.
  5. Siapkan termometer, usahakan air raksa berada diposisi pangkal termometer.
  6. Beritahu klien.
  7. Keringkan ketiak klien
  8. Tempatkan pangkal termometer ditengah ketiak
  9. minta klien untuk menjepitnya selama 10-15 menit
  10. Tangan yang lain membantu menekan bagian lengan yang menjepit termometer.
  11. Setelah 10 -15 menit termometer dikeluarkan, dibaca sampai dimana air raksanya dan dicatat.
  12. Termometer dibersihkan dan disimpan.
  13. Melepaskan APD.
  14. Mencuci tangan
2.Mengukur tekanan darah. tekanan darah adalah desakan darah terhadap dinding pembuluh darah arteri/nadi sebagai akibat dipompa dan dialirkannya darah ke dalam pembuluh darah

●Macam-macam istilah pada pemeriksaan tekanan darah
》Tekanan sistole adalah tekanan darah tertinggi pada pembuluh darah arteri/nadi sebagai akibat kontraksi serambi kiri jantung yang memompakan darah ke dalam aorta.
》Tekanan diastole adalah tekanan darah terendah dalam pembuluh darah arteri/nadi pada sa at jantun g istirahat dalam dua kontraksi.

Normal tekanan darah 120/80 mmHg (hydragenium) 
■Tekanan darah tinggi disebut hipertensi.
■Tekanan darah rendah disebut hipotensi

●Faktor yang mempengaruhi tekanan darah adalah :
》Fisiologis usia, aktivitas, istirahat, suasana hati (gembira, sedih, marah, dll)

》Patologis : penyakit (ginjal, jantung, pembuluh darah, kehamilan yang abnormal, dll)

●Persiapan Alat
1.APD
2.Baki berisi :
  1. Tensi meter (sphygmomanometer) air raksa atau tensi meter digital.
  2. Stetoskop.
  3. Buku catatan dan alat tulis.


Pelaksanaan:
  • Memberi tahu klien dan keluarga
  • Mendekatkan alat-alat
  • Mencuci tangan
  • Memakai APD.
  • Atur posisi klien senyaman mungkin
  • Menggulung lengan baju ke atas bila perlu dilepaskan
  • Memasang manset tensi meter pada lengan atas kira-kira 2 jari di atas lipatan siku, dibalutkan tetapi jangan terlalu kencang.
  • Arah pipa karet diletakkan di atas luar lengan.
  • Memakai stetoskop
  • Meraba denyut nadi arteri brachialis (di lipatan siku).
  • Meletakkan stetoskop di atas arteri brachialis
  • Mengunci sekrup balon karet
  • Memompakan udara ke dalam kantong dengan cara memijit balon berulang-ulang, akan terlihat air raksa di dalam pipa naik, dipompa terus sampai denyut arteri tidak terdengar lagi
  • Membuka sekrup balon dan menurunkan tekanan dengan perlahan-lahan
  • Mendengar dengan teliti dan memperhatikan sampai angka berapa pada skala mulai terdengar bunyi denyut pertama dan mencatatnya sebagai tekanan sistole
  • Meneruskan dengan membuka sekrup tadi perlahan lahan sampai suara nadi terdengar lambat dan menghilang, dicatat sebagai tekanan diastole
  • Membuka kantong karet, digulung dengan rapi dan dimasukkan ke dalam kotak, kemudian ditutup
  • Merapikan pasien
  • Menyimpan tensi meter dan stetoskop pada tempatnya
  • Melepaskan APD.
  • Mencuci tangan
 
Menghitung denyut nadi. denyut nadi adalah mengembang dan mengempisnya pembuluh darah arteri/nadi secara teratur, akibat desakan darah ke dalam pembuluh darah arteri sebagai hasil kontraksi ventrikel kiri.

Persiapan Alat
  1. APD lengkap bila diperlukan
  2. Jam tangan yang mempunyai jarum detik
  3. Buku catatan dan alat tulis
Tujuan Mengukur denyut nadi.
  • Mengetahui keadaan umum klien.
  • Mengetahui keadaan jantung.
  • Mengikuti perkembangan jalannya penyakit.
  • Membantu menentukan diagnosa. 

Menghitung pernapasan pernapasan adalah mengembang dan mengempisnya paru-paru secara teratur akibat peristiwa masuknya udara yang berisi zat asam/oksigen ke dalam paru paru dan keluarnya udara berisi zat asam arang/karbondioksida, air dan sisa-sisa oksidasi dari paru - paru.

Pelaksanaan.
  • Memberi tahu klien dan keluarga .
  • Mendekatkan alat-alat.
  • Mencuci tangan.
  • Memakai APD.
  • Dihitung segera setelah menghitung denyut nadi.
  • Menghitung pernapasan dengan melihat turun naik dada sambil memegang pergelangan tangan pasien, satu kali pernapasan adalah satu kali mengeluarkan napas dan satu kali menarik napas.
  • Waktu menghitung pernapasan, jangan sampai diketahui oleh pasien
  • Diperhatikan apakah kedua dinding bergerak seirama, apakah terlihat ada kesukaran dalam bernafas (misalnya adanya cekungan pada kulit diantara tulang iga dan pada sudut pangkal leher ketika klien menarik nafas ).
  • Hitung pernafasan selama 1 menit dan catat dalam buku catatan harian.
  • Melepaskan APD dan Mencuci tangan. 

MENYAJIKAN dan MEMBERIKAN MAKANAN
Cara menyajikan makanan :
  • Sebaiknya makanan disajikan diatas sebuah baki yang rapi dan menarik
  • Sesuaikan makanan dengan selera klien dan tidak sepanjang tidak bertentangan dengan pantangannya
  • Sayuran dan lauk pauk dipisahkan dengan piring kecil secara baik dengan sedikit variasi
  • Sedapat mungkin makanan disajikan dalam keadaan hangat
  • Waktu makan ditentukan, agar lebih menarik untuk anak diberikan mainan
  • Bila klien dapat makan sendiri, gunakanlah meja kecil yang diberi alas atau dengan improvisasi
Pelaksanaan :
  • Memberi tahu klien dan keluarga
  • Mendekatkan alat -alat
  • Mencuci tangan
  • Memakai APD jika diperlukan
  • Ditanyakan pada klien, apakah ia akan b.a.b dulu
  • Makanan telah disiapkan dan diletakkan diatas meja dalam keadaan hangat
  • Cara memberikan makanan tergantung pada keadaan klien
  • Bila klien dapat duduk dan makan sendiri : 
  • Klien didudukkan,
  • makanan disiapkan diatas meja kecil dan ditempatkan di depan perut klien di atas tempat tidur, disediakan pula
  • serbet dan bel agar klien dapat memberitahu bila makannya sudah selesa i
  • Bila klien dapat makan sendiri tetapi tidak boleh duduk:
  • Klien dimiringkan, sebaiknya kesebelah kiri supaya dapat makan dengan tangan kanannya, serbet diletakkan di bawah
  • dagu klien, makanan diletakkan di dekat klien, untuk minum
  • disediakan sedotan dan bel agar klien dapat memberitahu bila makannya sudah selesai

 Pelaksanaan
  • Memberi tahu klien dan keluarga
  • Mendekatkan alat -alat
  • Mencuci tangan
  • Memakai APD
  • Memiringkan kepala klien
  • Memasang perlak dan alasnya di bawah dagu
  • Meletakkan bengkok dekat pipi klien
  • Membuka mulut pasien
  • Tangan kiri pelaku PK menekan lidah klien dengan sudip lidah
  • Menjepit depers dengan pinset/penjepit,
  • kemudian dicelupkan ke dalam obat kumur atau air garam dan di peras sedikit
  • Membersihkan rongga mulut seluruhnya sampai bersih
  • Membersihkan gigi dan lidah dengan hati -hati
  • Membersihkan bibir dengan depers yang sudah dicelupkan ke dalam air garam
  • Mengoleskan lotion bibir/madu agar tidak pecah -pecah
  • Mengangkat bengkok berisi kain kasa, depers, kapas lidi yang kotor
  • Mengangkat perlak dan alasnya
  • Merapikan klien dan alat -alat
  • Melepaskan APD
  • Mencuci tangan

PEMBERIAN OBAT-OBATAN

PEMBERIAN OBAT-OBATAN.
Tujuan :
  • Mempercepat penyembuhan.
  • Mencegah penularan.
  • Mengurangi penderitaan.
a. Mengenal Bentuk Obat.
  • Pil : bentuknya bundar dan bagian luar dilapisi tepung atau bahan yang mengkilap dapat berlapis gula.
  • Tablet : pada umumnya pipih bentuknya bermacam=macam (bulat atau persegi). Bergaris tengah.
  • Kaplet : obat yang dipadatkan yang berbentuk kapsul.
  • Kapsul : bentuknya bulat panjang terbuat dari bahan gelatin dapat keras atau lunak. Pada umumnya kapsul ''berfungsi sebagai pembungkus dimana terdapat satu atau lebih obat (racikan) yang berkhasiat''
  • Salep : obat luar bentuk obat yang kepadatannya seperti mentega dikemas dalam tube khusus, khusus obat oles pada permukaan kulit atau selaput lendir
  • Obat cair : obat yang berbentuk cairan dapat encer atau kental, bisa dipergunakan obat luar (obat gosok, kompres, cuci mata dll), obat dalam yang dapat diminum (obat batuk, lambung, vitamin) pada umumnya perlu dikocok lebih dulu sebelum di pakai.
  • Puyer : obat yang bentuknya bubuk (obat racikan dari beberapa jenis obat).dikemas dalam bungkusan.
  • Suntikan : obat yang dikemas dalam botol (flacon atau Ampul) hanya dipergunakan oleh tenaga medis.
  • Suppositoria : jenis obat yang bentuknya lonjong seperti torpedo yang sebagai obat serap yang dimasukkan kedalam anus atau vagina.
  • Gas : obat yang berbentuk gas yang dipergunakan untuk melegakan jalan pernafasan yang dihirup melalui hidung (Oksigen, Inhaler).


●#KUIS PERSIAPAN PERAWATAN KEDARURATAN.Silahkan Mempelajari Lebih Dalam Materi yang Kita Bahas Pada Pertemuan Hari dan Silahkan Mengerjalan Kuis Pada Pertemuan Hari ini #Dikolom Komentar👌]
1. APA SAJA PERSIAPAN YANG DILAKSANAKAN SEBELUM  PERAWATAN KEDARURATAN di RUMAH
2. PROSEDUR PENEMPATAN TEMPAT TIDUR
3. APA YANG HARUS DILAKUKAN DALAM MENYAJIKAN dan MEMBERIKAN MAKANAN 
4.PROSEDUR PEMBERIAN OBAT-OBATAN
5.SEBUTKAN APA SAJA PEMERIKSAAN TANDA VITAL