REMAJA.!!!

SEHAT PEDULI SESAMA 

PENGEMBANGAN POTENSI DIRI. Potensi diri merupakan kemampuan diri yang dimiliki seseorang yang dikembangkan dan didayagunakan untuk mencapai tujuan hidup.

Baca Juga: Self-Love: Cara Menyayangi Diri Sendiri dan Mengenal Stres Akibat PAndemi, Kamu yang mana.?

 


PERUBAHAN-PERUBAHAN APA SAJA YANG TERJADI SELAMA TUMBUH KEMBANG DARI FASE ANAK KE REMAJA?

Setiap makhluk tumbuh (semakin besar) dan berkembang (semakin matang), menuju kedewasaan, sejak lahir sampai mati.

Selama mengalami tumbuh kembang dari anak-anak menjadi remaja, seseorang mengalami beberapa perubahan penting. Perubahan bentuk (anatomi tubuh):

  • Pembesaran alat kelamin
  • Pertumbuhan rambut di beberapa tempat
  • Peningkatan kelenjar minyak dan mudah berjerawat
  • Suara berubah menjadi besar pada anak laki-laki. Pada
  • anak perempuan, suara berubah menjadi lebih lembut
  • Pembesaran otot pada remaja laki-laki dan pembesaran
  • pinggul serta dada bagi perempuan
  •  Perubahan faali (fungsi tubuh):
  • Alat kelamin peka dan mudah terangsang. Jika terangsang. alat kelamin membesar/membengkak dan keluar lendir
  • Keluar sperma waktu tidur (mimpi basah) pada anak laki-laki. 
  • Bagi perempuan, mereka mengalami menstruasipertama (yang menandakan alat reproduksi mereka sudah mulai berfungsi)


 Perubahan kejiwaan:

  • Keingintahuan yang tinggi mengenai berbagai hal, termasuk pada masalah-masalah reproduksi
  • Perhatian terhadap masalah seks meningkat


FAKTOR APA SAJA YANG MEMPENGARUHI TUMBUH KEMBANG REMAJA? Tumbuh kembang dipengaruhi dua faktor. Faktor Internal Pembawaan Faktor Eksternal, yang mencakup:

  • Kesehatan
  • Gizi
  • Lingkungan keluarga dan lingkungan temen sebaya serta sekolah

BAGAIMANA MENCEGAH DAN MENANGGULANGI DAMPAK NEGATIF TUMBUH KEMBANG REMAJA? Pencegahan dan penanggulangan risiko tumbuh kembang re maja bisa dilakukan dengan berbagai cara.

Pencegahan:

  • Meningkatkan ibadah
  • Membiasakan diri mensyukuri nikmat Allah
  • Mencari segi-segi positif pada diri masing-masing
  • Berusaha memetik pelajaran dari para remaja yang telah terjerus dalam perilaku-perilaku berisiko
  •  Penanggulangan:
  • Menekan rasa negatif secara berkelompok
  • Berbagi cerita dan kesulitan bersama sahabat karib
  • Menyalurkan potensi diri ke hal-hal positif seperti ibadah, kegiatan sosial, olahraga,

NORMA SOSIAL DAN PERILAKU BERISIKO. “Manusia dikenal dari perilaku masing-masing. Juga para remaja. Perilaku diukur dengan menggunakan NORMA SOSIAL. Sesuai ataukah tidak. Untuk itu, mengenal norma sosial dan perilaku remaja dalam hubungannya dengan norma sosial amatlah penting bagi kita. Dua topik yang dibicarakan adalah norma sosial dan perilaku yang berisiko.” 

Baca Juga: Self-love juga bisa berbahaya

APAKAH PERILAKU ITU ?

Perilaku ialah keseluruhan tindakan manusia yang didasari atas pengetahuan (atau ketidaktahuan), sikap, dan tindakan.

BAGAIMANA SUATU PERILAKU DIKATAKAN BERISIKO ?Perilaku yang dikategorikan BERISIKO, apabila perilaku itu bisa berpeluang mendatangkan kerugian. Kalau tidak menimbulkan kerugian saat ini, paling tidak perilaku itu bisa mendatangkan musibah pada masa mendatang. Ini dapat menimbulkan kerugian terhadap diri sendiri ataupun orang lain. 

Kerugian ini bisa berupa material, fisik, harga diri, rasa malu, kehilangan kesempatan, kehilangan masa depan, dan seterusnya.

APA SAJA CONTOH PERILAKU YANG BERISIKO. Beberapa perilaku seksual memiliki peluang yang sangat tinggi dan bisa menimbulkan berbagai kerugian kedua belah pihak yang melakukannya. Perilaku tidak aman itu antara lain seks sebelum nikah, gonta-ganti pasangan, sanggama dubur atau mulut, dan berbagai hubungan seksual tidak normal lainnya.

Dalam hal ini, masturbasi sebagai jalan keluar sementara bisa saja dikatakan tidak berisiko atau risikonya belum jelas. Namun, jika dilakukan terlalu sering, perilaku ini bisa menimbulkan risiko ketergantungan. Dalam bersanggama, penggunaan kondom yang baik akan mencegah hal-hal yang tak diinginkan. 

Namun, jika dilakukan bukan dengan pasangan yang sah, norma dan agama tetap menanggapnya sebagai perbuatan yang salah.

GENDER “Akhir-akhir ini, gender menjadi isu penting dan istilah yang sering kali diperbincangkan. Namun, masih banyak kesalahpahaman tentang konsep gender serta kaitannya dengan perjuangan perempuan untuk mendapatkan kesetaraan dan keadilan. Untuk memahami konsep gender, dalam modul ini akan dibahas perbedaan seks dan gender, peran gender, ketidakadilan gender, kebutuhan praktis, serta strategi gender.”



APAKAH FUNGSI REPRODUKSI? Reproduksi merupakan kemampuan seseorang dalam memiliki keturunan sebagai bagian dari upaya pelestarian kehidupan manusia sesuai dengan kehendak Tuhan Yang Maha Kuasa. Untuk tujuan mulia itulah manusia diberi alat-alat reproduksi.

BAGAIMANAKAH ALAT DAN FUNGSI REPRODUKSI PADA PRIA.skrotum (kantong buah pelir). Sementara itu, alat reproduksi bagian dalam terdiri atas (3) sepasang buah pelir (testis), (4) saluran reproduksi (vas deferens), (5) kelenjar kelamin, dan (6) saluran kemih penis (uretra penis). 

Uretra penis merupakan saluran kemih sekaligus saluran ejakulasi berupa muara terusan dari saluran reproduksi (vas deferens), (7) kandung kemih (vesikaurinaria), dan kandung mani (vesika seminalis). Pertemuan muara saluran tersebut tepat pada sekitar daerah kelenjar postrat. Buah pelir (biji kemaluan) ini berfungsi menghasilkan sel kelamin pria (sperma) dan hormon testosteron. Kelenjar kelamin menghasilkan getah kelamin. Sperma dan getah kelamin itulah yang dinamakan air mani, yang disimpan dalam kantong mani dan dipancarkan keluar melalui uretra penis (saluran kemih di penis).

BAGAIMANAKAH ALAT DAN FUNGSI REPRODUKSI PADA WANITA?

Alat dan fungsi reproduksi wanita juga terdiri atas bagian dalam dan luar. Alat reproduksi bagian luar terdiri atas (1) celah luar (vulva), (2) sepasang bibir besar (labium mayora), dan (3) bibir kecil (labium minora) yang terdapat di sebelah kanan kiri vulva.

Di sebelah dalam vulva terdapat (4) kelentit (clitoris), semacam penis pada pria yang tumbuh mengecil tapi sangat peka karena penuh urat saraf. Di vulva ini bermuara dua saluran, yaitu (5) saluran kemih dan (6) liang sanggama (vagina). 

KESEHATAN REPRODUKSI. Dalam kehidupan ini, manusia terus melakukan reproduksi untuk melanjutkan keturunan. Caranya adalah dengan melakukan hubungan seksual untuk memelihara kelangsungan hidup manusia di bumi agar membawa rahmat dan kesejahteraan. Tugas reproduksi yang diberikan Tuhan Yang Maha Esa kepada manusia ini sangat mulia dan wajib kita pelihara sebaik-baiknya. Salah satu langkah awalnya adalah memahami secara benar dan layak tentang semua hal yang berkaitan dengan kesehatan reproduksi. Modul ini membahas topik alat dan fungsi reproduksi, pacaran dan sanggama, kehamilan dini dan aborsi, penyakit hubungan seksual (PHS), serta Keluarga Berencana (KB).


BAGAIMANA PROSES KEHAMILAN PADA WANITA? Remaja putri yang telah menstruasi berarti sudah mampu bere produksi. Pada saat sanggama, laki-laki memasukkan sperma ke saluran reproduksi wanita melalui rahim terus ke tuba fallopi.

Jika dalam tuba fallopi ada ovum, sebuah spermatozoa akan bergabung dengan ovum tersebut dan terjadilah pembuahan membentuk zigot satu sel. Zigot akan berjalan ke arah rahim sambil membelah terus-menerus. Setiba di rahim kurang lebih satu minggu, ovum akan membenamkan diri ke bawah permukaan rahim bagian atas. Selanjutnya, pembelahan diri dan pertumbuhan ovum berkelanjutan dengan terbentuknya embrio (bakal fetus/janin) yang akhirnya tumbuh menjadi fetus (janin) lengkap. 

Janin ini dihubungkan dengan saluran plasenta di rahim dinding atas. Janin itu akan terus tumbuh dan berkembang. Menginjak usia kandungan sekitar 9 bulan 10 hari, bayi siap lahir.

APAKAH KEHAMILAN DINI ITU ? Kehamilan dini adalah kehamilan yang terjadi terlalu dini pada remaja. Dalam keadaan ini, mereka belum siap secara fisik, mental, dan sosial untuk mengandung serta melahirkan bayi.

Kehamilan dini secara sosial terjadi akibat perzinaan pada remaja yang belum menikah.

BAGAIMANA AKIBAT KEHAMILAN DINI BAGI REMAJA ?

Kehamilan dini di kalangan remaja mengandung beberapa risiko negatif. Secara fisik, si ibu masih dalam taraf pertumbuhan. Perkembangan alat dan fungsi reproduksinya masih belum sempurna. 

Organ-organnya masih sangat muda dan belum siap benar untuk hamil, melahirkan, merawat, dan menyusui bayi. Kehamilan pada usia ini dapat menyebabkan cacat atau ketidaksempurnaan pada janin yang dikandungnya. Atau, bisa jadi bayi kurang gizi dan mudah sakit. Kondisi kesehatan ibu muda ini juga sangat rentan terhadap berbagai penyakit yang akan mengganggu tumbuh kembangnya sendiri.

Secara psikologis, kehamilan dini menimbulkan rasa malu bagi mereka yang mengalaminya, termasuk keluarga. Meski bayi yang dilahirkan suci, kedua orang tuanya menanggung dosa yang sangat besar. Harus dipahami bahwa kehamilan dini menghancurkan seluruh cita-cita para remaja. 

Apa pun cita-cita mereka, semampu apa pun remaja dapat merealisasikannya, semua itu pasti akan luluh lantak karena kehamilan yang tak dikendaki tersebut. Pendidikan terhenti, baik sementara maupun selamanya. Kehebatan semasa belum hamil akan hilang begitu saja. Yang tersisa hanyalah penyesalan dan kekecewaan.


APAKAH JENIS-JENIS INFEKSI MENULAR SEKSUAL (IMS) YANG UMUM TERJADI DI INDONESIA?

1. GO (GONOROE) ATAU KENCING NANAH

Penyakit ini disebabkan oleh kuman gonokokus. Masa tunasnya sekitar 1-5 hari.

Tanda/Gejala:

- Mulai rasa gatal pada penis

- Keluar nanah dan akhirnya penis menjadi luka

- Pada wanita sering tanpa gejala. Jika sudah gawat, akan terjadi

radang kelenjar di labia mayor.

- Apablia tertular pada bayi, penyakit ini bisa menyebabkan ke-

butaan.

Pengobatan:

Dengan menggunakan penisilin dan antibiotik lainnya, penyakit

ini bisa sembuh total.

2. SIFILIS (RAJA SINGA) Penyebabnya adalah Treponema pallidum. Penyakit ini masa tunasnya sekitar 2-4 minggu.

Tanda/Gejala:

- Tahap 1: luka di kemaluan tapi hilang dalam beberapa hari

- Tahap 2: demam dan sakit kelenjar

- Tahap 3: (beberapa tahun) benjolan di kulit, pelunakan tulang, serta kerusakan saraf dan otot (jalannya seperti ayam jantan)

Pengobatan:

Jika pengobatan dilakukan sedini mungkin menggunakan pe- nisilin dan antibiotik lainnya, penderita dapat sembuh total.

Namun apabila terlambat, penyakit ini tidak bisa diobati.


INFEKSI MENULAR SEKSUAL (IMS) LAIN Penyakit IMS lain umumnya tidak berbahaya.

5. ULKUS MOLLE

Penyakit ini disebabkan kuman hemofilus. Gejalanya biasanya terjadi banyak benjolan merah dan sakit di sekitar kemaluan.

6. LIMFOGRANULOMA VENEREUM

Penyebabnya adalah virus. Gejalanya berupa benjolan kecil di sekitar kemaluan, mudah pecah, dan mudah menyebar ke mana-mana.

7. HERPES GENITALIS

Penyakit ini disebabkan virus Herpes, berupa gelembung berair di sekitar kemaluan. Virus ini mudah ditulari penyakit lain yang bisa membahayakan.

8. KONDILOMA AKUMINATA

Penyebabnya adalah virus. Penyakit ini menimbulkan banyak kutil di sekitar kemaluan.

9. KANDIDIASIS GENETALIS

Penyebabnya adalah jamur Candida albicans pada alat kelamin.

10. TRIKOMONIASIS

Penyakit ini disebabkan oleh parasit Trichomonas vaginalis. Pa rasit ini menyerang saluran kemih.

BAGAIMANA REMAJA DAPAT MENCEGAH DIRI DARI INFEKSI ME NULAR SEKSUAL (IMS) ?Bagi sebagian besar remaja yang belum menikah, hanya ada satu cara: MENGHINDARI SANGGAMA. Dimulai dengan men jauhkan diri dari suasana dan tindakan yang menjurus ke arah terjadinya hubungan seksual yang tidak sah. Meski tidak terjadi sanggama secara penuh, asal cairan kelamin yang tertular PHS dari salah satu pihak berpindah ke pihak lain, penularan PHS bisa terjadi. Maka dari itu, janganlah sekali-kali melakukan zina. Jika sudah menikah, berlakulah SETIA. 

Lakukanlah seks hanya dengan pasangan yang sah. Bagi yang sudah menikah tapi nekat melakukan sanggama di luar nikah, sebaiknya menggunakan KONDOM. Para remaja “rusak” yang telanjur mencoba dan masih terus melakukan

hubungan seksual sebelum menikah sebaiknya juga memakai alat pengaman ini untuk membantu mencegah penularan PHS pada diri orang lain. Perlu diingat bahwa penggunaan kondom sangat bermanfaat bagi pasangan suami istri yang salah satunya mengidap PHS. 


Ini semata-mata demi mencegah penularan ke pihak lain. Jika dilakukan dengan persetujuan dan saling pengertian masing- masing, kondom sangat membantu suami istri dalam melakukan hubungan seksual, meski salah satu pasangan memiliki penyakit (termasuk AIDS dan hepatitis)

HIV dan AIDS. HIV/AIDS memerlukan perhatian serius dari berbagai kalangan agar tidak merajalela. Dalam pembahasan modul ini dikaji mengenai pengetahuan dasar tentang AIDS, penularan AIDS, cara mengetahui seseorang mengidap HIV, perlindungan terhadap AIDS, dan santunan terhadap penderita AIDS.

APAKAH AIDS ITU?
Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS) adalah kumpulan gejala penurunan kekebalan tubuh, sehingga tubuh menjadi rentan terhadap penyakit lain yang mematikan. Penyakit ini disebabkan oleh virus (jasad sub-renik) yang disebut Human
Immunodeficiency Virus (HIV).


BAGAIMANAKAH HIV MELEMAHKAN SISTEM KEKEBALAN TUBUH?
Sasaran penyerangan HIV adalah sistem kekebalan tubuh, terutama sel-sel limfosit T4. atau disebut juga CD4-T. Selama terinfeksi, limfosit menjadi media pengembangbiakan virus. Jika sel-sel limfosit T4 mati, virus akan dengan bebas menyerang sel- sel limfosit T4 lainnya 
yang masih sehat.  Akibatnya, daya tahan

BAGAIMANA MENGETAHUI SESEORANG MENGIDAP HIV?
Sejak tertular sampai dengan mendapat infeksi oportunistis, tidak mudah menyatakan seseorang mengidap HIV hanya
dengan melihat secara fisik. Penyakit ini secara dini hanya bisa diketahui jika dilakukan dengan pengujian di laboratorium.

Pengujian dilakukan dengan mengukur adanya zat anti (antibodi) dalam darah penderita. Dalam hal ini, seseorang yang
tertular HIV melampaui tahapan (atau stadium) sebagai berikut.


Stadium Inkubasi
Virus menginfeksi tubuh dan bersembunyi dalam sel darah putih. Umumnya, belum ada gejala apa-apa. Sebagian orang mungkin merasa lelah, kehilangan selera makan, sedikit pembengkakan pada kelenjar getah bening (di ketiak, leher, dan paha). Pada masa ini, HIV dalam darah belum dapat ditentukan. 

Namun, penderita sudah bisa menularkan HIV ke orang lain.

Stadium Awal (Window Period)
Sesudah 3-6 bulan, baru pemeriksaan darah tersebut akan menunjukkan tanda HIV positif atau disebut seropositif.

Artinya, dalam tubuh orang tersebut telah terbentuk zat anti (antibodi) terhadap virus HIV. Seseorang yang seropositif HIV kemungkinan akan tetap sehat atau hanya menderita tanda atau gejala sakit biasa. Penderita kadang hanya mengalami pembengkakan kelenjar getah bening, penurunan berat badan, berkeringat, diare, dan beberapa infeksi ringan.

Stadium Tenang
Masa ini umumnya berjalan sekitar 2-10 tahun (rata-rata 5 tahun). Pada masa ini, penderita secara fisik mungkin kelihatan normal atau hanya sakit ringan yang umum. Namun, secara tubuh akan semakin menurun. Akhirnya, sistem kekebalan tak mampu melindungi tubuh. Ini akan membuat kuman penyakit infeksi lain (kadang disebut infeksi oportunistis/infeksi mumpung) akan masuk dan menyerang tubuh penderita.

Bahkan, kuman-kuman lain yang jinak tiba-tiba bisa menjadi ganas. Kuman itu bisa berupa virus lain, bakteri, mikroba, jamur, ataupun mikroorganisme patogen lainnya. Jika sudah begitu, penderita bisa saja meninggal karena TBC, diare, kanker kulit, infeksi jamur, dll. perlahan, HIV akan menghancurkan sistem kekebalannya.


Stadium AIDS (Full Blown)

Pada masa ini, virus akan menghancurkan sebagian besar atau seluruh sistem kekebalan tubuh sehingga mulai tampak adanya infeksi oportunistis. Contohnya adalah radang paru- paru, kanker kulit, TBC, penyakit saraf, penyakit saluran pen cernaan, dan berbagai kanker lainnya. Penyakit-penyakit ini sulit disembuhkan. Umumnya, jika keadaan penderita semakin memburuk, penyakit tersebut bisa menyebabkan kematian.

Pentingnya pemeriksaan darah saja seseorang bisa diketahui apakah tertular HIV atau tidak. Sebenarnya, pemeriksaan darah bukan untuk menentukan seseorang terkena HIV atau tidak. Penelitian ini untuk menemukan serum anti terhadap HIV yang masuk ke dalam darah. Itu sebabnya dalam stadium inkubasi, pada saat serum anti belum terbentuk, pemeriksaan darah tidak diketahui adanya penularan. Namun ternyata HIV sudah ada dalam darah dan bisa menyebar ke orang lain.

BAGAIMANA HIV DAPAT DITULARKAN?

Jika seseorang telah seropositif terhadap HIV, dalam tubuhnya telah mengandung virus tersebut. HIV yang paling besar terdapat dalam darah, cairan vagina, air mani, dan produk da rah lainnya. 

Apabila sedikit darah atau cairan tubuh lain dari pengidap HIV berpindah secara langsung ke tubuh orang lain yang sehat, ada kemungkinan orang itu akan tertular AIDS.

Cara penularan yang paling umum melalui sanggama, transfusi darah, jarum suntik, dan kehamilan. Penularan melalui ludah, kotoran, keringat, dll. secara teoretis mungkin saja bisa terjadi. Namun, kemungkinannya sangat kecil.


• Penularan lewat sanggama

Pemindahan yang paling umum dan paling sering terjadi adalah melalui hubungan seksual. Di sini HIV dipindahkan melalui cairan sperma atau cairan vagina. Adanya luka pada pihak penerima akan memperbesar kemungkinan penularan. Itulah sebabnya pelaku sanggama yang tidak wajar (lewat dubur terutama), yang cenderung lebih mudah menimbulkan luka, memiliki kemungkinan lebih besar untuk tertular HIV.


• Penularan lewat transfusi darah

Jika darah yang ditranfusikan telah terinfeksi oleh HIV, virus itu akan menyebar ke orang lain melalui darah. Ini akan membuat orang tersebut terinfeksi HIV. Risiko penularan melalui transfusi darah ini terjadi hampir 100%.

• Penularan lewat jarum suntik

Model penularan lain secara teoretis dapat terjadi melalui akupunktur (penggunaan tusuk jarum), tato, dan tindik. Penularan ini juga terjadi pada penggunaan alat suntik atau injeksi yang tidak steril yang sering dipakai para pengguna narkoba dan juga suntikan oleh petugas kesehatan liar.

• Penularan lewat kehamilan

Jika ibu hamil terinfeksi HIV, virus tersebut bisa menular ke janin yang dikandungnya melalui plasenta. Risiko penularan ibu hamil ke janin yang dikandungnya berkisar 20%-40%. Risiko ini mungkin lebih besar kalau sang ibu sudah mencapai stadium kesakitan AIDS (full blown).


BAGAIMANA HIV TIDAK DITULARKAN?

Dari penjelasan sebelumnya, kita telah mengetahui apa saja yang membuat HIV bisa tertular. Berikut ini adalah beberapa kegiatan bersama penderita tapi tidak berpotensi tertular virus tersebut.

  • Berjabat tangan dengan para penderita AIDS
  • Memberikan P3K dengan prosedur yang benar
  • Bermain bersama dengan pengidap HIV
  • Berciuman tanpa kontak cairan mulut atau darah dari luka
  • Tidur bersama penderita AIDS
  • Digigit nyamuk atau serangga
  • Bertukar pakaian atau barang lain milik pengidap HIV
  • Berak atau kencing di WC umum
  • Berenang bersama dengan para penderita AIDS
  • Anak yang digendong oleh pengidap AIDS
  • Naik bus yang penuh sesak dengan para penderita AIDS
  • Percikan ludah, batuk, atau bersin dari penderita AIDS
  • Merawat pengidap AIDS sesuai dengan prosedur
  • Makan dan minum bersama dengan pengidap AIDS


BAGAIMANA MELINDUNGI DIRI DARI PENULARAN AIDS?

Kita semua, khususnya remaja, harus “melindungi diri“ dari AIDS. Ini penting karena, kalau seorang remaja tertular HIV, keseluruhan cita-cita dan masa depannya bisa hancur. Secara mudah, perlindungan dari AIDS dilakukan dengan ABC.

• [A]: Abstinence alias puasa bagi remaja yang belum menikah. Jangan dekat-dekat dengan sanggama. Jauhkan diri dari zina. Onani atau masturbasi merangsang diri sendiri sehingga puas (orgasme) sebenarnya kurang baik. Namun, risikonya paling kecil. Jadi, dalam keadaan yang benar-benar tidak kuasa menahan diri dan tak mampu berpuasa, onani dapat dijadikan jalan keluar. Asal jangan menjadi kebiasaan.

• [B]: Be faithful alias setia pasangan hidup bagi mereka yang sudah menikah. Hanya bersanggama dengan pasangan setianya. Sebagian besar satu suami dengan satu istri. Dalam keadaan khusus, seorang suami bisa beristrikan dua hingga empat. Yang penting, kesetiaan dari semua pihak, baik istri maupun suami. Di sini pun, jika suami istri berpisah dalam waktu lama, onani merupakan jalan keluar sementara yang paling tidak berisiko.

• [C] Condom alias kondom bagi mereka yang berada dalam keadaan-keadaan khusus seperti para suami atau remaja yang tidak kuat puasa atau setia (ataupun onani) dan masih terdorong melakukan zina. Pemakaian kondom akan melindungi mereka dari penularan PHS dan AIDS. Ini juga bisa melindungi istri atau pacar mereka dari penularan penyakit. Bagi para tuna susila, patut ditumbuhkan anjuran pemakaian kondom pada pasangan kencan mereka.

Dalam keadaan darurat, misalnya pasangan suami istri yang salah satunya menderita PHS ataupun AIDS, pemakaian kondom amat dianjurkan untuk mencegah penularan penyakit kepada pasangan. Yang penting dalam pemakaian kondom adalah (sambil dipraktikkan) melindungi keseluruhan penis dan dipakai sepanjang proses sanggama untuk menghindari tentuhan antara penis dan vagina.

Tambahan perlindungan yang sangat penting Hindari transfusi darah. Jika terpaksa melakukan tranfusi, yakinkan bahwa darah yang dipakai telah diperiksa oleh Unit Kesehatan Transfusi Darah (UKTD) PMI sebagai darah bebas HIV (juga bebas hepatitis, malaria, dan sifilis).

• Hindari suntik-menyuntik. Sebagian besar obat sama atau lebih efektif diminum daripada disuntikkan. Jika terpaksa disuntik, yakinkah jarum dan tabung suntiknya baru dan belum dipakai orang lain.

• Berhati-hatilah dalam menolong orang luka dan berdarah. Gunakan prosedur P3K yang baku dan aman.

• Bila ada suatu tanda atau gejala yang meragukan, secepatnya periksa ke dokter.



MASALAH KESEHATAN LAIN. Selain AIDS, ada beberapa ancaman kesehatan yang menyerang remaja. Dalam modul ini, kita akan mempelajari berbagai masalah kesehatan lain bagi remaja. Sesuai dengan hasil kajian mutakhir, pembahasan dibatasi pada TBC dan hepatitis-B. Bukan tidak mungkin kita menambah beberapa kajian berdasarkan masalah kesehatan setempat.

NAPZA. Selain AIDS, ada beberapa ancaman kesehatan yang menyerang remaja. Dalam modul ini, kita akan mempelajari berbagai masalah kesehatan lain bagi remaja. Sesuai dengan hasil kajian mutakhir, pembahasan dibatasi pada rokok, alkohol, dan penyalahgunaan obat. Bukan tidak mungkin kita menambah beberapa kajian berdasarkan masalah kesehatan setempat.

PENDIDIKAN REMAJA SEBAYA (PRS). Remaja sehat yang hidup di tengah masyarakat memiliki kemampuan berbuat sesuatu bagi remaja lainnya yang membutuhkan bantuan mengenai kesehatan. Untuk itu, kita perlu berdiskusi tentang cara-cara melaksanakan Pendidikan Remaja Sebaya (PRS). Secara lebih terperinci, dalam modul ini akan membahas topik mengenai keluarga, teman sabaya, PRS, dan rujukan.


Macam-Macam Gangguan Jiwa yang Umum Terjadi


Trauma berat akibat suatu peristiwa atau gangguan pada fungsi otak dapat menyebabkan seseorang mengalami gangguan jiwa. Macam-macam gangguan jiwa meliputi gangguan kecemasan, gangguan psikotik, gangguan suasana  hati, gangguan kepribadian, dan gangguan makan.


Gangguan jiwa merupakan masalah kesehatan yang memengaruhi bagaimana seseorang berpikir, berperilaku, dan berinteraksi dengan orang lain secara signifikan. Jika tidak diobati, orang yang mengalami gangguan jiwa akan sulit beraktivitas, bekerja, dan bahkan berinteraksi dengan orang lain.

Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Kementerian Kesehatan tahun 2018 mencatat ada lebih dari 19 juta penduduk Indonesia berusia 15 tahun ke atas yang menderita gangguan mental emosional dan lebih dari 12 juta orang diperkirakan mengalami depresi. Angka ini cenderung meningkat jika dibandingkan data tahun 2013.
Penyebab terjadinya gangguan jiwa hingga saat ini belum diketahui secara pasti. Namun, ada beberapa faktor yang diketahui dapat meningkatkan risiko seseorang untuk mengalami gangguan jiwa, di antaranya:

Faktor genetik atau bawaan lahirRiwayat keluarga yang memiliki gangguan jiwaStres beratPernah mengalami kejadian traumatis, misalnya menjadi korban pelecehan atau kekerasanPenggunaan obat-obatan terlarang dan konsumsi minuman beralkohol berlebihanKondisi medis tertentu, misalnya cedera otak berat, stroke, dan gangguan tiroidMacam-Macam Gangguan Jiwa yang Sering Ditemui

Gangguan jiwa merupakan salah satu masalah kesehatan yang masih banyak mendapatkan pandangan negatif dari masyarakat.

Tak sedikit orang yang beranggapan bahwa gangguan jiwa hanya terjadi akibat gangguan halusinasi atau masalah perilaku. Bahkan, masih banyak orang yang beranggapan bahwa penderita gangguan jiwa perlu dikurung atau dipasung.

Padahal, gangguan jiwa ada berbagai macam dan masing-masing jenis gangguan jiwa memiliki tanda dan gejala yang berbeda. Berikut ini adalah macam-macam gangguan jiwa yang cukup sering terjadi:

1. Gangguan kecemasan

Gangguan kecemasan terdiri dari gangguan kecemasan umum, gangguan kecemasan sosial, fobia, dan panik. Gangguan kecemasan merupakan gangguan kejiwaan yang membuat penderitanya merasa cemas dan gelisah, serta sulit mengendalikan perasaan tersebut.

Ketika mengalami gangguan kecemasan, seseorang bisa merasakan gejala berupa banyak berkeringat, detak jantung yang cepat atau dada berdebar, merasa pusing, susah berkonsentrasi, sulit tidur, serta merasa cemas dan khawatir hingga sulit menjalani aktivitas sehari-hari.

2. Gangguan kepribadian

Seseorang dengan gangguan kepribadian cenderung memiliki pola pikir, perasaan, atau perilaku yang berbeda dari kebanyakan orang pada umumnya. Jenis gangguan kepribadian terbagi menjadi beberapa golongan, yaitu:

Tipe eksentrik, seperti gangguan kepribadian paranoid, skizoid, skizotipal, dan antisosialTipe dramatis atau emosional, seperti gangguan kepribadian narsistik, histrionik, dan ambang (borderline)Tipe cemas dan takut, seperti gangguan kepribadian obsesif kompulsif, menghindar (avoidant), dan ketergantungan (dependen)3. Gangguan psikotik

Gangguan psikotik merupakan gangguan jiwa parah yang menyebabkan munculnya pemikiran dan persepsi yang tidak normal, misalnya penyakit skizofrenia.

Orang yang mengalami gangguan psikotik akan mengalami halusinasi, mempercayai hal-hal yang sebenarnya tidak terjadi, dan bahkan mendengar, melihat, atau merasakan sesuatu yang sebenarnya tidak nyata.

4. Gangguan suasana hati

Perubahan mood yang terjadi sewaktu-waktu adalah hal yang normal terjadi, apalagi jika memang ada faktor pencetusnya, misalnya stres, kelelahan, atau tekanan batin.

Namun, orang yang menderita gangguan suasana hati bisa mengalami perubahan mood atau suasana hati yang ekstrem dan dalam waktu cepat. Misalnya, dari mood yang stabil, tiba-tiba sedih, lalu sangat bahagia dan bersemangat dalam waktu yang cepat.

Jenis gangguan jiwa yang membuat suasana hati cepat berubah meliputi depresi, gangguan bipolar, dan gangguan siklotimik.

5. Gangguan makan

Gangguan makan adalah gangguan jiwa serius yang membuat perilaku makan seseorang terganggu. Kondisi ini sering kali dapat membuat penderitanya mengalami masalah gizi, misalnya kurang gizi atau justru obesitas.

Contoh dari gangguan makan adalah anoreksia nervosa dan bulimia nervosa, serta binge-eating disorder atau gangguan makan berlebihan.

6. Gangguan pengendalian impuls dan kecanduan

Orang dengan gangguan pengendalian impuls tidak dapat menahan dorongan untuk melakukan tindakan yang dapat membahayakan dirinya sendiri atau orang lain, misalnya berjudi, mencuri (kleptomania), dan menyulut api (piromania).

Sedangkan gangguan perilaku adiksi atau kecanduan biasanya disebabkan oleh penyalahgunaan alkohol dan obat-obatan terlarang atau narkoba. Tak hanya itu, seseorang juga bisa kecanduan aktivitas tertentu, seperti seks, masturbasi, atau berbelanja.

7. Gangguan obsesif kompulsif (OCD)

Gangguan jiwa yang satu ini ditandai dengan adanya pikiran dan obsesi yang tidak terkendali terhadap sesuatu, sehingga mendorong penderitanya untuk melakukan suatu aktivitas secara berulang-ulang.

Orang yang menderita OCD bisa terobsesi dengan angka tertentu, misalnya angka 3. Hal ini akan membuatnya merasa perlu melakukan aktivitas tertentu, seperti mencuci tangan atau mengetuk pintu sebanyak 3 kali. Jika hal tersebut tidak dilakukan, penderita OCD akan merasa risih dan khawatir secara berlebihan.

8. Gangguan stres pascatrauma (PTSD)

PTSD dapat berkembang setelah seseorang mengalami kejadian traumatis atau mengerikan, seperti pelecehan seksual atau fisik, kematian orang terdekat, atau bencana alam.

Orang yang menderita PTSD biasanya akan sulit melupakan pikiran atau peristiwa yang tidak menyenangkan tersebut.

Apa pun jenisnya, macam-macam gangguan jiwa yang dialami oleh seseorang perlu diobati oleh psikolog atau psikiater. Apabila tidak ditangani dengan baik, gangguan jiwa yang dialami bisa semakin parah dan berpotensi membuat mereka menyakiti dirinya sendiri atau orang lain.

Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal menunjukkan gejala gangguan jiwa, segera cari bantuan ke psikiater. Untuk menentukan diagnosis gangguan jiwa pada penderita, psikiater akan melakukan pemeriksaan kejiwaan. Setelah itu, penderita akan mendapatkan penanganan dan pengobatan sesuai jenis gangguan jiwa yang dialaminya.

KESEHATAN JIWA REMAJA


[Live Streaming] akan diSiarkan Pada Hari Kamis 10 Februari 2022 JAM 14.30 Waktu Extra
#silahkan untuk Tugas 2 dikumpulkan pada Link Tugas 2 diatas 👆

DONOR DARAH 

Fungsi darah antara lain :
• Mengangkut oksigen dari paru-paru ke sel-sel tubuh.
• Mengangkut karbondioksida dari sel-sel tubuh ke paru-paru untuk selanjutnya
dikeluarkan.
• Mengganti sel-sel yang rusak.

Jika seseorang mengalami kecelakaan atau sakit yang menyebabkan kekurangan darah,
jiwanya bisa terancam dan perlu transfusi darah.Darah yang dipindahkan dapat berupa darah lengkap atau komponen darah.

• Darah lengkap = Darah yang mengandung seluruh komponen darah.
• Komponen darah terdiri dari plasma darah, sel darah merah, sel darah putih dan keping- keping darah.


Darah = Menyumbangkan darah untuk tujuan transfusi darah.
Transfusi Darah = Proses pemindahan darah dari seseorang yang sehat dan memenuhi
persyaratan ke orang yang membutuhkan.

Donor Darah Sukarela (DDS) = Seseorang yang menyumbangkan darahnya secara sukarela tanpa mengetahui untuk siapa.
Donor Darah Pengganti (DDP) = Seseorang yang diminta untuk menyumbangkan darahnya kepada seseorang dan dia tahu kepada siapa darah tersebut diberikan.




Darah yang telah diambil harus mengalami pengujian untuk memastikan bebas dari
penyakit menular seperti HIV/AIDS, Hepatitis, dan Sifilis. Setelah itu, darah disimpan untuk menunggu digunakan.
 
Siapa saja Calon Donor Darah? Saya, kamu, kalian semua dengan syarat:
  • Laki-laki/wanita berusia 18-60 tahun
  • Sehat jasmani dan rohani menurut pemeriksaan dokter.
  • Berat badan minimal 45 kg.
  • Kadar Hemoglobin minimal 12,5 g/dl.
  • Tekanan darah sistolik 100 – 180 mm Hg dan Diastolik 50 – 100 mm Hg.
  • Tidak menderita penyakit berisiko tinggi seperti HIV/AIDS, hepatitis, sifilis, jantung, hati, ?paru, ginjal, kencing manis, kejang, kanker atau penyakit kulit kronis.
  • Bagi wanita yang sedang haid, hamil atau menyusui tidak diperkenankan mendonorkan
 
Hay.! Halo AdiAdik PMR👋 Silahkan Untuk Tugas Donor Darah...💯 1.) apa saja Jenis-Jenis Penyakit Darah dan Penyebabnya. 2.)Sebutkan Golongan Darah dan Jenis golongan yang cocok saat Transfusi Darah. silahkan Bisa diKumpulan Di Link Tugas 2 Diatas👆 atau Komentar Dibawah Ini Dengan Keterangan #TUGAS 2 #NAMA #KELAS/NO.⚠️Silahkan untuk tugas 3 sudah diUpdate bisa diklik untuk pengumpulan tugasnya pada link #Tugas 3 Diatas..!