STRATEGI! LULUS Tes Tulis (Psikotest) ataupun Tes Wawancara (Interview User) "Lewat Relasi & Media Sosial.!"


Ditolak di dalam tahapan seleksi perusahaan ataupun lamaran anda ditolak mentah - mentah oleh pihak HRD karena kurangnya persiapan dan minimnya kriteria yang dianggap belum cocok sebagai calon karyawan. Memang sangat menyakitkan dan membuat anda merasa kecewa tetapi Ingatlah bahwa diluar sana masih banyak pekerjaan yang layak dan menginginkan kemampuan anda. 

Jangan membuat rasa kecewa anda menjadi hal yang membosankan dan terlebih lagi mundur dari dunia kerja. Buatlah rasa kecewa tersebut menjadi rasa bersyukur bahwa anda telah mempelajari Di mana letak - letak kesalahan dan kekurangan Anda sehingga perlu untuk diperbaiki. 

Kesabaran di dalam mencari pekerjaan itu sangat penting karena semua usaha diperlukan proses yang begitu panjang dan pengorbanan yang tidak sedikit. 

Perkuatkan diri anda dengan beberapa keahlian - keahlian yang berhubungan erat dengan posisi pekerjaan yang dilamar. 

Kesempatan anda untuk dapat berpeluang menjadi seorang karyawan di sebuah perusahaan sangat besar apabila anda menguasai dan memiliki kompetensi yang unggul dibandingkan dengan para pelamar yang lainnya. 

Bagaimana cara anda agar anda memiliki kompetensi dan keahlian serta Sumber Daya Manusia yang tinggi dan pastinya lebih diprioritaskan perusahaan. Ini tergantung pada diri Anda bagaimana cara mempelajari dan mau memiliki tekad untuk dapat menjadi yang terbaik di antara pelamar yang lainnya. 

Asah terus kemampuan anda sampai anda memiliki tingkat level dan kompetensi yang sejajar dengan karyawan yang dibutuhkan perusahaan. Ada baiknya pendidikan dan jurusan yang anda kuasai ini berhubungan erat dengan pekerjaan yang akan dilamar. Untuk dapat lulus di dalam tahapan seleksi wawancara kerja sebaiknya Anda terus mempelajari berbagai hal yang menyangkut pertanyaan - pertanyaan yang mengenai profil perusahaan maupun bidang apa perusahaan yang anda lamar. 

Setidaknya anda sudah mengetahui Dalam bidang apa perusahaan yang anda lamar sehingga anda tidak akan mati kutu pada saat ditanyakan oleh pihak HRD perusahaan. Ketika seorang calon pelamar sudah mengetahui bidang apa saja yang mereka lakukan nantinya ketika diterima dalam bekerja, maka seorang pelamar tersebut mempunyai nilai positif dan menjadi nilai tambah karena mempunyai keingintahuan untuk dapat menjadi seorang pelamar. 

Disamping itu anda perlu menambah wawasan anda dengan mencari tahu apa - apa saja kelebihan - kelebihan yang anda lakukan nantinya untuk mengerjakan beberapa posisi pekerjaan.


Bagaimana Cara Melakukan Pencarian Kerja yang Sukses? 

Kami yakin hampir semua orang mengakui bahwa melakukan pencarian kerja bukanlah suatu proses yang mudah. Bahkan, kebanyakan dari kita juga belum paham tentang pekerjaan seperti apa yang ingin dicari, bagaimana mencari perusahaan yang sesuai dengan keterampilan kita, dan lain sebagainya. Tahu ga sih rekan-rekan, sebenarnya ketidaktahuan ini akan menjadikan proses pencarian kerja kita semakin sulit. Oleh karena itu, kita sangat memerlukan strategi-strategi yang pas dan cocok agar proses pencarian kerja kita menjadi semakin mudah. 
 
5 STRATEGI untuk pencarian kerja yang sukses sebagai cara mudah mendapatkan pekerjaan yang bisa kita terapkan mulai dari sekarang. Apa saja ya kira-kira? Yuk, kita simak penjelasannya berikut ini. 

1.Ketahui Perusahaan Impian Kita dan Jadilah Seseorang yang Unik. 

Strategi pertama dalam pencarian kerja adalah mencari tahu perusahaan impian yang kita inginkan. Ini akan memudahkan kita untuk berlatih dan menyesuaikan diri seperti image perusahaan impian kita. Jadi, secara tidak langsung kita sedang mempersiapkan diri agar pantas terpilih di perusahaan tersebut. Perlu kita ingat juga bahwa pastinya aka nada ratusan bahkan ribuan orang yang ingin terpilih menjadi karyawan di perusahaan tersebut. Nah untuk memenangkan persaingan yang super ketat ini, kita perlu mencari tahu seluk beluk perusahaan terutama tentang budaya kerja di perusahaan tersebut, serta karakteristik karyawan idaman yang mereka harapkan. 

Apabila kita sudah mengetahuinya, maka kita perlu menyiapkan diri untuk menjadi seperti yang mereka harapkan. Jadi, apakah rekan pembaca sudah tau perusahaan mana yang menjadi impian karier Anda? Jika belum tau, Yuk cari tau dari sekarang. 

2.Cari Pekerjaan di Perusahaan yang Sangat Memerlukan Karyawan secara Cepat. 

Apabila rekan pembaca merasa ok-ok saja untuk tidak bekerja di perusahaan impian, dengan kata lain “yang penting kerja deh, biar ada pengalaman kerja terlebih dahulu”. Nah, strategi kelima ini sangat cocok untuk rekan-rekan terapkan. 


Kami menyarankan agar rekan-rekan pembaca mencari tahu perusahaan yang sedang sangat memerlukan tenaga kerja. Sehingga, peluang rekan pembaca untuk mendapatkan pekerjaan akan semakin tinggi. 


3.Berikan Usaha Terbaik Kita Ketika Sesi Wawancara Berlangsung. 

Anda diundang ke sesi wawancara? Selamat! Ini tandanya rekan pembaca sudah berhasil melewati serangkaian strategi awal yang perlu rekan pembaca lakukan. Sesi wawancara adalah kesempatan emas yang bisa kita maksimalkan, jadi jangan sia-siakan kesempatan ini, ya!


Pastikan bahwa kita telah meluangkan waktu yang cukup untuk melakukan riset secara kecil-kecilan untuk mencari tahu tentang sejarah, kriteria dan budaya kerja dari perusahaan yang bersangkutan. Sehingga, kita bisa menjawab pertanyaan wawancara dengan baik dan sesuai harapan perusahaan (tapi, pastikan kita tidak berbohong ya!). Selain itu, kita juga perlu menyiapkan pakaian yang tepat, formal dan sopan, berlatih menjawab pertanyaan, memikirkan pertanyaan apa saja yang akan diajukan, mengasah kepercayaan diri, dan lain sebagainya. 


4.Lakukan Follow Up atau Tindak Lanjut Setelah Wawancara Berlangsung. 

Rekan pembaca sudah berhasil menyelesaikan sesi wawancara dengan baik dan kembali ke rumah, nah jangan lupa untuk menerapkan strategi kesembilan ini ya. Strategi ke-9 ini menyarankan kita agar melakukan follow up atau tindak lanjut dengan mengucapkan: 


“Dear Bapak/ Ibu,
Terima kasih atas kesempatan wawancara yang telah diberikan oleh Perusahaan Anda kepada saya. Saya menunggu kelanjutan hasil dari wawancara yang kami lakukan pada siang hari tadi pukul 13:00 WIB, dan saya berharap dapat bergabung serta berkontribusi bersama Bapak/ Ibu dan tim”. 

5.Persiapkan Tes Tulis (Psikotes) dan Wawancara 

Meski terdengar mudah, nyatanya psikotes kerja membutuhkan persiapan yang matang supaya kamu dapat menjalaninya dengan lancar. Seperti yang kita ketahui, tes psikologi atau yang biasa disebut dengan psikotes adalah serangkaian pengujian yang dilakukan untuk mengetahui kondisi psikologis dan juga karakter seseorang.

Tips Persiapan Tes Psikotes

Tes psikotes sering dianggap mudah oleh sebagian orang. Namun, ternyata tes prikotes ini memerlukan persiapan yang matang agar dapat dijalani dengan lancar. 
Tes psikotes berguna untuk menjawab apakah kriteria seseorang sesuai atau tidak dengan yang dibutuhkan oleh perusahaan. Tidak hanya itu, tes psikotes ini adalah langkah awal bagi calon karyawan untuk menunjukkan kemampuannya.


Tidak hanya kamu yang membutuhkan persiapan, pihak perusahaan penyedia tes psikotes bagi calon karyawannya pun perlu mempersiapkan berbagai metode, peralatan ataupun perlengkapan yang diperlukan agar tes psikotes diadakan dengan lancar dan tepat sasaran. 


Bagi kamu yang sangat ingin menempati suatu posisi dalam perusahaan atau kamu yang sedang berjuang mati-matian untuk mendapatkan pekerjaan, jangan sia-siakan kesempatan dalam tes psikotes ini. Kamu perlu mempersiapkan diri untuk menghadapi tantangan dalam tes psikotes dengan baik sehingga bisa lolos ke tahap rekrutmen selanjutnya.


Banyak yang beranggapan bahwa saat menjalani tes psikotes adalah hal yang gampang-gampang susah. Terkadang soal-soal diberikan terlihat sangat dasar dan menimbulkan kesan sepele. Namun, perlu diingat proses awal ini sungguh menentukan perjuangan kamu dapatkan perkerjaan selanjutnya. 


Nyatanya tidak sedikit orang gagal di tahapan psikotes ini. Banyak juga calon karyawan yang merasakan bahwa psikotes itu akan susah ketika tidak mempersiapkan diri terlebih dahulu. Kamu akan tersingkirkan jauh oleh orang-orang yang sebelumnya telah melakukan persiapan dengan baik. 


Kalau sampai tes psikotes saja tidak berhasil, tentu kamu sebagai calon karyawan tidak diperkenankan untuk maju ke tahapan seleksi berikutnya. Tidak ingin hal itu terjadi, bukan? Simak persiapan untuk ikuti tes psikotes di bawah ini, ya!


1.Latihan!


Latihan adalah hal mutlak yang perlu dilakukan dalam kehidupan, apalagi jika kamu menginginkan untuk menguasai satu hal. Sebagai tes yang unik, psikotes yang diujikan dalam dunia kerja tidak hanya mendeskripsikan kepribadian dirimu. Akan tetapi, tes ini juga memungkinkan gabungan dari beberapa metode psikotes yang memiliki tujuan berbeda. Misalnya, psikotes ini bisa mengetahui tingkat kecerdasan dan juga bakat, tetapi ada juga tes psikotes yang hanya bertujuan untuk mengetahui kepribadianmu. 


Untuk tes yang salah satunya menguji tingkat kecerdasan, latihan adalah kunci utama yang kamu miliki. Karena tes yang akan diberikan umumnya adalah menyangkut kecepatan berpikir dan ketelitian kamu. Sering-sering membaca dan mengerjakan soal-soal psikotes dalam buku-buku yang sudah kamu beli.


Oleh karena itu, pastikan untuk mempersiapkan diri dengan mengerjakan latihan soal psikotes sebelumnya. Tidak hanya dibuku, internet juga bisa kamu gunakan untuk mencari soal-soal yang tersedia sebelumnya. 


2. Pelajari jenis pertanyaan yang biasanya muncul!


Meskipun psikotes kerja adalah tes yang unik, bukan berarti kamu tidak melakukan persiapan dengan mempelajari jenis-jenis pertanyaannya sama sekali. Beberapa psikotes kerja adalah gabungan dari beberapa metode psikotes yang tujuannya berbeda.


Ada tes yang bertujuan mengetahui tingkat kecerdasan dan juga bakatmu, lalu ada juga tes yang bertujuan untuk mengetahui kepribadianmu. " Misalnya, tes Wartegg, tes Pauli, dan jenis-jenis tes psikotes lainnya." 

Oleh karena itu, pastikan untuk mempersiapkan diri dengan mengerjakan latihan soal psikotes. Nah, Berikut ini anda bisa melatih diri melakukan TES PSIKOTES yang sering Muncul pada serangkaian proses rekrutmen karyawan baru.

Tes Dibawah ini terdiri dari 12 Soal terdiri dari Tes Penalaran LogisTes Penalaran AnalitisTes Analogi Verbal



1.2,5,4,6,6,7,8,8...

2.11,14,19,26,35,38,43,50...

3.umur ulfa 1/3 kali umur ayahnya. umur ibunya 5/6 kali umur ayahnya. jika umur ulfa 18 Tahun, maka umur ibunya adalah...

4.jika pembilang pada suatu pecahan ditambah 3 maka nilainya adakah 1/3 dan jika penyebut dikurangi 3 maka nilainya adalah 1/6, maka pecahan tersebut adalah...

5.Bagus melakukan 3 kali tes Matematika dengan nilai rerata 89. Berapa nilai yang harus Bagus pada tes selanjutnya jika ia ingin mendapatkan rerata nilai 90?

6.Syarat penerimaan karyawan pada PT AVX untuk jabatan GT adalah lulus Tes Buta Warna. Rahmat adalah salah satu peserta rekrutmen yang akan melakukan Tes Buta Warna. Simpulan yang tepat adalah …

7.Lima tim sepak bola A,B,C,D dan E bertanding dalam satu turnamen setiap tim bertemu lawan yang sama dua kali, sekali di kandangnya dan sekali di kandang lawan. untuk setiap pertandingan, tim pemenang diberi nilai 3, tim yang seri diberi nilai 1, dan tim yang kalah diberi nilai o hasil pertandingan adalah sebagai berikut: 1. A dan E menang du kali, B dan D seri empat kali, dan A dan C kalah dua kali. 2. A mempunyai nilai lebih besar dari pada E namun lebih kecil daripada B. 3. A dan E memiliki selisih nilai 4, demikian pula antara D dan E 4. B dan C memiliki Jumlah kemenangan sama tetapi nilainya Berbeda satu. Tim Manakah yang memenangkan Turnamen

8.Dalam pertandingan bulu tangkis arman selalu kalah melawan bambang, tetapi dalam cabang olahraga lainnya ia selalu menang bila pertandingan melawan bambang. candra selalu menang dalam pertandingan tenis meja melawan bambang, tetapi dalam cabang bulu tangkis ia akan kalah bila bertanding melawan arman. dudi adalah pemain bulu tangkis terbaik tetapi dalam cabang tenis meja, edi lebih baik dari pada arman sedangkan dalam cabang bulu tangkis ia menempati urutan tepat dibawah dudi. siapakah pemain tenis meja terbaik di antara kelima atlet tersebut...

9.Dalam satu kelas terdapat sejumlah olahraga. Lisa menyukai olahraga voli dan tidak menyukai atletik, Dino menyukai olahraga bola basket dan voli. Perdi menyukai semua olah raga kecuali voli. Susi menyukai olahraga tanpa bola. Sedangkan Gina menyukai olahraga dengan bola. Mereka yang menyukai olah raga voli adalah ...

10.Lima orang mahasiswa telah berhasil menempuh ujian kahir semester. Nilai yang diperoleh Mita lebih tinggi dari Pipit, Reni dapat nilai tertinggi. Nilai Yani lebih tinggi daripada Mita. Shinta mendapat nilai lebih rendah dibandingkan Mita, tetapi lebih tinggi dibandingkan Pipit. Bagaimanakah urutan kelima mahasiswa tersebut bila diurutkan mulai dari nilai yang paling rendah?

11.BENANG : PINTAL: KAIN = ...

12.Semua PNS harus mengikuti upacara bendera. Beberapa guru adalah PNS.

close

*Bila ingin mengulang kembali, silahkan bisa klik ulangi lagi dengan klik mulai


*Silahkan klik ICON diatas untuk Memulai Latian Soap TES PSIKOTES. 

Psikotes kerja umumnya dilakukan sebelum kamu lolos ke tahap interview, tetapi tidak jarang juga perusahaan yang melakukan psikotes kerja setelah tahap interview.


BACA JUGA:

2.Cara Jenius Membangun Brand Lewat Media Mindset


Ketika kita ngomongin soal brand (merek) atau kegiatan brand, yang terlintas dalam benak orang awam sehari-hari adalah mengenai gimana caranya bikin branding yang baik dan benar. Banyak hal yang dibicarakan soal branding, misalnya persona dari target market, tata bahasa, sampai penampilan logo tonality. Atau mungkin kalau kamu bahas brand equity  perceived quality, perceived value, brand association, dan lain sebagainya.

NIKMATI KODE VOCHER dan DISKON TERBARU.!!!

*Membuka Kesempatan untuk Beriklan Bersama Kami.!!! Dapatkan CAMPAIGN AFILIASI.

Hal-hal yang tadi saya sebutkan memang betul adanya, dan sudah secara teoritikal diperbincangkan, dibahas, serta dipelajari dalam praktiknya. Namun, untuk mengenal lebih dalam gimana membuat brand itu sendiri, ada hal yang gak kalah penting yaitu mengenai pendistribusian atau channel communication. bagaimana sebuah brand akan bisa menge-shape persepsi brand itu sendiri.

Secara spesifik mungkin kamu tau Indonesia adalah salah satu negara dengan penduduk terbanyak di dunia. Hal ini merupakan sebuah kekuatan besar dari segi kapitalisasi market. Sehingga membuat kamu berpikir gimana caranya untuk bisa jadi lebih menonjol di tengah market yang besar ini.

Sebuah studi tahunan yang dilakukan oleh Edelman (sebuah agency dunia) menunjukkan kepercayaan dari beberapa negara terhadap media, pemerintahan, ataupun lembaga masyarakat. Indonesia dengan penduduk yang masif ternyata termasuk dalam ranking yang mudah memercayai apa yang dikatakan oleh media dibandingkan negara-negara sekitar. Dari sini kita bisa menarik kesimpulan bahwa dalam pengaplikasian branding yang tepat kamu perlu mengombinasikan proporsi media distribusi secara lebih besar.

Efektivitas dari branding yang didistribusikan dengan baik di Indonesia bisa jadi sebuah powerful tools karena orang Indonesia gampang menerima dan mengikuti apa yang media katakan. Jadi, lakukanlah kegiatan branding yang baik dengan memikirkan distribusi dari media yang bakal digunakan. baik itu media sosial, display banner, atau bahkan penulisan advertorial di publishers ataupun artikel dalam website brand itu sendiri. Hal-hal tersebut bisa banyak memengaruhi bagaimana branding itu terbentuk. 

Selain itu, jangan lupakan audio visual karena hal itu punya peranan yang penting. Makanya, gak heran banyak dari brand yang menggunakan audio visual ketika melangsungkan campaign marketing-nya. Meskipun penuh dan clutter, rasanya untuk target market Indonesia terasa cukup mampu menanamkan persepsi branding. Beberapa brand yang tau mengenai hal ini, pastinya bakal menanamkan reach and frequency dalam penanganan exposure brand-nya.

Bisa ditarik kesimpulan, bahwa untuk selalu senantiasa memastikan media brand kamu berkesinambungan dengan message dari brand yang kamu pasarkan adalah hal yang amat sangat penting dalam membangun brand kamu. Menurut kamu, apa saja cara membangun brand selain lewat media mindset? Bagikan pengalamanmu di kolom komentar ya.




Pusing sama kerjaan, larinya buka Instagram. Niat istirahat dengan rebahan, eh malah  sambil cek linimasa Twitter. Penat nunggu antrean mengular buat beli boba, asyiknya nonton video di TikTok. Gak heran sih, soalnya hidup kita tuh selalu berhubungan dengan media sosial. Dari data yang diperoleh dari We Are Social dan Hootsuite, dengan total populasi Indonesia sebanyak 274,9 juta jiwa, pengguna aktif media sosial tahun 2021 mencapai 170 juta lho. Artinya, 61,8% populasi di Indonesia menggunakannya, termasuk kamu di dalamnya.

Dampak media sosial memang tergantung individu masing-masing, ada yang positif maupun negatif. Namun, sebenarnya banyak juga dampak negatifnya dan gak terasa langsung. Misalnya, kesehatan mental. Pada tahun 2020 terdapat penelitian yang menyebutkan media sosial bisa memicu depresi, ansietas (anxiety), dan gangguan tidur. Kalau sudah sampai begitu, berarti kamu sudah kecanduan media sosial. Makanya, diperlukanlah detoks media sosial (social media detox). 

Detoks Media Sosial


Pernah dengar statement di atas.? Yup, hal tersebut merupakan bentuk detoks media sosial. Bisa disimpulkan bahwa detoks media sosial adalah upaya pembatasan akses terhadap situs jejaring sosial, baik sementara atau permanen..? 

Detoks media sosial ini berguna untuk memutus rantai candu kamu memakai media sosial. Soalnya, gawat juga lho kalau sudah kecanduan main media sosial. Dilansir dari Medical News Today yang diambil dari data beberapa penelitian, kecanduan medsos tuh punya dampak negatif, di antaranya adalah:
  1. Berdampak pada kesehatan mental seperti meningkatkan stres, depresi, dan ansietas;
  2. menurunkan kualitas hubunganmu di dunia nyata, baik terhadap keluarga, teman, maupun pasangan;
  3. bisa membuatmu terpengaruh dan memiliki kebiasaan buruk dan membahayakan;
  4. berdampak juga pada kesehatan fisik; 
  5. serta menurunkan produktivitas.

Dengan melakukan detoks media sosial, kamu bisa meminimalisasi dampak-dampak negatif tersebut. Jadi, jangan sampai terlambat melakukannya!

Manfaat Detoks Media Sosial

Kalau kamu sudah bisa mengontrol batas waktu untuk buka media sosial kamu, bakalan ada banyak manfaat yang menyertainya, antara lain sebagai berikut.

  1. Bikin tidur lebih pulas! Menurut penelitian Innovative Journal, sinar biru yang dikeluarkan oleh ponsel tuh menghambat pelepasan melatonin, hormon pemicu rasa kantuk. Kalau sudah detoks, tentu frekuensi lihat layar ponsel bakal menurun, dan kamu pun bisa tidur dengan nyenyak.
  2. Terhindar dari rasa cemas berlebihan.! Sadar atau gak, kadang kamu membanding-bandingkan hidupmu dengan orang lain yang kamu lihat posting-annya di media sosial padahal posting-an tersebut hanya “kelihatan bahagia”. Disebutkan oleh Cleveland Clinic, beristirahat dari media sosial mengurangi gangguan kecemasan dan stres, bahkan depresi!
  3. Memperbaiki mood.! Terdapat penelitian yang mengungkap bahwa media sosial bisa mengubah mood pengguna dalam sekejap. Perubahan-perubahan yang ekstrem juga bisa memengaruhi kesehatan mentalmu. Jangan sampai deh ya!
  4. Mengendalikan FOMO. fear of missing out. Kalau sudah keranjingan media sosial, bawaannya kepingin tau kabar terkini tentang gebetan, teman, bahkan idola. Dengan beristirahat di dunia digital kamu bisa kendalikan kebiasaan FOMO tersebut dengan living your life.
  5. Makin produktif.! Saat kamu sibuk main media sosial, pasti kamu lupa aja saja to-do list kamu selama ini. Nah, kalau sudah jauh dari medsos tentu waktu luangmu bakal bertambah, dan hal itu bisa diisi dengan kegiatan yang sudah tertunda sebelumnya. Kamu bisa pakai itu entah buat olahraga, ngelakuin hobi, atau bahkan beberes kamar!
  6. Kembali terkoneksi dengan orang-orang di dunia nyata.! Media sosial diciptakan agar kamu terhubung dengan orang yang jaraknya jauh. Tapi siapa sangka efeknya malah abai terhadap komunikasi secara langsung? Dengan detoks medsos, kamu bisa terkoneksi lagi dengan teman-teman secara langsung.

Kelihatannya sih simpel banget ya buat mengeksekusi detoks media sosial, tapi sebenarnya hal ini cukup sulit dilakukan. Namun, bukan berarti gak bisa. Nah, ada sedikit tips buat kamu yang mau mulai melakukannya.

Jangan terlalu ekstrem bikin durasi detoks medsos, pelan-pelan aja. Bisa mulai dengan seminggu. Kalau sudah biasa, bisa bertahap juga dinaikkan durasinya.Jangan langsung uninstall aplikasi. Memang ada yang bisa langsung ekstrem, tapi gak sedikit yang malah “stres” dan ujung-ujungnya instal lagi. Bisa pakai jam “main medsos”. Bahkan di smartphone-mu bisa diatur buat penggunaan sebuah aplikasi. manfaatkan! Bikin to-do list kegiatan buat ganti kekosongan tersebut. Jadi, fokusmu bukan ke media sosial, melainkan aktivitas tersebut.

Pas mulai, pasti kamu bakal ngerasa gelisah dan kepingin tau notifikasi medsos kamu. Tapi suwer deh, kalau berhasil, kamu bisa punya kualitas hidup yang lebih baik. Kayak yang udah dibahas di atas, terapkan secara bertahap! Semoga artikel ini bermanfaat buat kamu yang lagi getol-getolnya main medsos, ya. Boleh juga lho share pengalamanmu di kolom komentar kalau pernah social media detox!

Dari Hobi Menulis Fiksi Jadi Side Hustle Sumber Cuan.?

Siapa yang sudah baca cerpen-cerpen Kompetisi Menulis Fiksi Atau jangan-jangan kamu salah satu peserta kompetisi tersebut.? Well, menulis fiksi memang seru banget ya, apalagi kalau yang kamu tulis adalah cerita dengan plot kesukaanmu. Tapi. lebih asyik lagi kalau hobi menyenangkan ini bisa menghasilkan pendapatan tambahan. Wuih, memangnya menulis fiksi bisa jadi side hustle yang menjanjikan.? Yap, jawabannya… bisa banget!

Tenang, ini bukan hoaks! Soalnya beberapa waktu lalu kami sempat bertemu di dunia maya, penulis fiksi yang aktif mengepos cerita-ceritanya dalam digital publishing platform. Dalam kesempatan tersebut, kami sempat ngobrolin banyak hal mengenai menulis cerita di platform digital sampai akhirnya jadi side hustle menjanjikan. Penasaran? Yuk simak ceritanya!

Berawal dari hobi membaca

Sejak sekolah dasar, Kak Sara sudah hobi baca. Saat itu dia suka banget baca majalah Bobo. Selain segmen cerita bergambar, dia juga suka baca cerpen-cerpen di sana, bahkan suka berimajinasi adegan yang dituliskan oleh si penulis. Menginjak bangku sekolah menengah, dia pun mulai penasaran dengan bacaan yang lebih “tebal” seperti novel.

Kecintaannya membaca novel pun berbanding lurus dengan kesukaannya menulis. Novel dengan tema menarik bikin imajinasinya meluap, dan dia pun jadi suka berandai-andai dan punya “jalan cerita tersendiri” dari novel yang dia baca. Dari situlah dia mulai menulis cerita pendek. Bahkan, dia sempat berkhayal tulisannya diterbitkan oleh penerbit besar. Sayangnya, dia gak pernah berani memublikasikannya. 

“Aku suka insecure duluan naskahnya ditolak, jadi gak pernah berani kirim ke penerbit (konvensional). Terus ujung-ujungnya aku enggan menyelesaikan tulisanku. Ujung-ujungnya udah overthinking sendiri dan gak nulis,” ungkapnya diakhiri tawa.


Menulis harus dibawa fun

Kemudian, ketika muncul berbagai platform digital sebagai wadah menulis, Kak Sara mulai berpikir apakah bisa dia menulis dengan rutin. Apalagi dia gak perlu cemas dengan layak terbit atau gak, bahkan bisa sekalian minta feedback sama pembaca, itu pun kalau ada. “Ada satu orang yang baca tulisanku aja aku tuh udah ngerasa seneng, Kak,” ujarnya jujur. 

Akhirnya Kak Sara pun membulatkan tekad untuk mulai menulis fiksi. Dia mulai mengesampingkan hal negatif kayak “karyaku gak layak” dan “karyaku jelek dan gak ada yang suka”. Kalau berpikir begitu terus, pasti gak ke mana-mana dan malah jadi beban pikiran. “Lagi pula, menulis kan hobi aku. Hobi kan harusnya bikin senang.” Karyanya pun mulai dipublikasikan di salah satu digital publishing tanpa ada ekspektasi apa pun. Perempuan yang punya koleksi lengkap buku Sitta Karina ini menulis apa yang dia suka. “Maksudku, aku bakal nulis cerita yang kiranya bakalan aku baca. Jadi bawaannya happy terus, gak ada pressure sama sekali. Syukur-syukur ada yang baca dan ikutan suka.”

Bagi penulis yang suka banget dengan fitur Dream Saver karena suka beli barang impian dan hobi unboxing ini, menulis tuh harus dibawa fun dan happy karena dia sendiri juga sibuk dengan pekerjaan tetapnya sebagai karyawan di salah satu startup asing yang jam kerjanya 9 to 6. Nah, menurutnya “menulis fiksi” ini jadi semacam stress release dari pekerjaan hariannya. Menulis baginya gak ada beban, jadinya lancar terus deh. Memang benar ya, sebuah aktivitas gak bisa dibilang hobi kalau kamu tertekan saat menjalaninya!


Menulis fiksi sebagai side hustle versi Kak Sara

Awalnya, Kak Sara memang menulis untuk diri sendiri. Dia mem-posting tulisannya untuk dibagikan secara gratis. Namun, siapa sangka tulisannya ternyata disambut respons positif para pembaca di platform tersebut? Karena digital publishing tersebut juga memakai sistem koin untuk berbayar, dia pun iseng menggembok chapter selanjutnya yang mana mengharuskan pembaca “membeli” di tiap chapter. Dia sih menduga hanya segelintir orang yang mau, tapi ternyata banyak banget yang rela mengeluarkan kocek untuk beli koin agar bisa baca karya Kak Sara.

Dari situlah Kak Sara berpikir sebenarnya menulis fiksi pun bisa jadi lahan pendapatan yang menjanjikan. Dia makin bersemangat menulis dan mulai bikin plot ataupun draf novel baru yang kadang ditulis ketika bosan dengan tulisan yang dia garap. Ternyata challenging dan asyik banget. Yang tadinya cuma cari gambar gratis buat jadi kover karyanya, Kak Sara mulai berpikir untuk “profesional” dengan mencari beberapa ilustrator untuk bikin ilustrasi karyanya biar makin ciamik dengan uang hasil dari “koin” yang dia dapat.

Tiap penulis, baginya, punya cara tersendiri untuk bikin tulisannya jadi sumber cuan. Ada yang diterbitkan lewat penerbit besar, ada yang lewat tulisan di blog lewat adsense, ada yang jadi ghost writer, ada pula yang seperti dirinya yang “diterbitkan” lewat digital publishing. Semua sama baiknya, dan dan masing-masing punya kelebihan maupun kekurangan masing-masing. 

“Aku sendiri memilih menekuni di digital publishing karena cara menggaet pembaca yang lebih luas. Kalau diterbitkan (dijadikan buku), biasanya dapet pembaca karena pembaca tersebut bakal beli bukunya di toko (konvensional/digital), dan harus beli karya secara menyeluruh satu buku. Sementara kalau digital, dia bisa dapet contoh awal bab, belinya pun per bab. Waktu luang para pembaca pun ketika lagi buka HP atau tab,” ujar Kak Sara.


Kak Sara pun mulai makin serius menulis di sana. Bahkan dia bikin Instagram khusus buat karya-karyanya biar bisa lebih dekat dengan para pembaca. Karena menulis adalah hobi, semua terasa menyenangkan. Tulisannya pun sering kali masuk top three, pembaca tulisannya makin besar, bahkan penghasilan pendapatan per bulan dari menulis melebihi gaji pekerjaan tetapnya sebagai karyawan lho! Dan semua hal itu menstimulus dirinya untuk terus berkarya. Sebelum selesai tulisan yang satu, dia sudah bikin plot tulisan lainnya. “Nulis tuh gak usah ikutan tren, tulis aja apa yang sekiranya kamu suka dan bakal kamu baca. Aku yakin pasti ada yang baca.”

Selain itu, ada nasihat nih dari Kak Sara buat yang suka menulis, menulislah karena kamu kepingin menulis. Jangan terlebih dulu bermimpi jadi terkenal, punya uang banyak dari menulis, dan sebagainya karena gak bakal ada yang tau “kesempatan” itu datang. Jadi, just writing! Kalau ditanya apakah menulis bisa jadi side hustle yang menjanjikan, bisa banget. Tapi, jangan dijadikan tujuan utama terlebih dulu.

Waaah… inspiring banget cerita Jenius dari Kak Sara. Semoga teman-teman Co.Creator yang suka nulis dan baca fiksi jadi termotivasi untuk giat menulis dan pengalaman Kak Sara Maureen bisa jadikan inspirasi kamu, ya! Ayo, langsung tulis karya kamu dan jangan insecure! Jangan lupa baca tulisan fiksi yang kamu suka sebagai bank ide tulisanmu. Ada yang mau berbagi pengalaman serupa kayak Kak Sara? Bisa banget kamu komen di bawah, ya!

Tinggal dalam Hiruk pikuk kehidupan merupakan faktor utama yang memotivasi kami. Walaupun risiko yang diambil cukup besar untuk memulai bisnis pada awal pandemi, kami melihat peluang dan potensi yang baik untuk meluncurkan brand yang menjunjung konsep well-being lifestyle. Zenjiwa, yang bisa diartikan sebagai “jiwa yang tenang” adalah pengalaman yang kami harap bisa dirasakan setiap pelanggan melalui serangkaian produk wewangian.

Di era pandemi, Zenjiwa memanfaatkan media sosial seperti Instagram sebagai platform utama untuk berkomunikasi dengan pelanggan. Selain memberikan visual yang berkualitas, Zenjiwa memakai campaign #reusetoreduce atau giveaway untuk membangun engagement yang baik dengan pelanggan. Dengan kata lain, brand akan lebih diketahui publik. Zenjiwa sendiri memang fokus pada kelestarian lingkungan, jadi hal ini tecermin pada produk yang dijual dan packaging yang ramah lingkungan. Bisa dibilang kami aktif membuat campaign yang relevan dengan value bisnis kami. 


Selain kualitas produk yang baik, mempunyai koneksi yang baik membantu Zenjiwa untuk berkembang dari awal hingga sekarang. Koneksi dan word of mouth akhirnya membuahkan sejumlah kolaborasi kami dengan brand seperti Kopi Kalyan Jepang, Callie Cotton, Ann’s Bakehouse & Creamery, Femmue Indonesia, dan sebagainya. Kolaborasi seperti ini membuat masing-masing brand mendapatkan exposure.

Selain itu, Zenjiwa aktif berpartisipasi di sejumlah offline maupun online marketplace dan mengikuti bazar di Indonesia dan Singapura. Dengan adanya target market dua negara, itu berarti behaviour konsumen juga berbeda. Maka, kami memutuskan untuk menggunakan media sosial di Indonesia, sementara itu di Singapura kami aktif menggunakan website. Dengan begini, brand-mu lebih mudah diakses oleh konsumen. Besar harapan kami di tahun 2022 untuk memasarkan Zenjiwa ke ranah yang lebih besar serta mengembangkan variasi produk.

Kalau kamu memiliki budget untuk memasarkan produkmu, jangan ragu menggunakan ads. Bayarnya juga mudah dengan Jenius Bisnis, jadi kebutuhan bisnis gak tercampur dengan kebutuhan pribadi. Karena itulah, dengan adanya kemudahan aksesibilitas terhadap produk, Jenius merupakan main account bisnis sebagai pilihan yang tepat bagi Zenjiwa. Dengan interface yang nyaman, cool, dan straightforward, membantu kemudahan transaksi baik dari sisi Zenjiwa maupun pelanggan.