Hal di atas tadi relate gak sama kamu.? Tenang, kamu gak sendirian kok.
Steve Magness: seorang running coach dalam The Washington Post yang ditulis oleh Pam Moore, bahkan atlet sekalipun juga kehilangan inisiatif atau motivasi berolahraga lho.
Makanya, hal ini tuh gak apa-apa dan terasa normal. Lantas, gimana sih caranya biar bisa mengalahkan rasa malas dan tetap termotivasi berolahraga.?
Dalam ilmu psikologi: "Motivasi" adalah dorongan yang terbit ketika kamu ingin memenuhi kebutuhanmu. Hal ini bisa dari faktor internal maupun eksternal. Nah, biasanya tuh motivasi dari dalam tuh lebih besar dibandingkan yang datang dari luar. Motivasi berolahraga juga bermacam-macam, misalnya kamu ikut latihan maraton karena kepingin eksistensimu diterima dalam sebuah komunitas; atau kamu nge-gym karena kamu ingin hidup lebih sehat.
Tapi 😵gimana caranya biar motivasi itu terus ada di diri kita? Berikut tips dari kami biar kamu tetap semangat berolahraga.
1. Tanya diri sendiri alasan mulai berolahraga. Segala sesuatu akan bertahan lama jika lahir dari diri sendiri, begitu pula olahraga. Motivasi internal biasanya susah hilang. Contohnya kamu mau olahraga biar sehat, tapi mesti tanya lagi ke diri sendiri: kalau sudah sehat lantas apa? Find your why begitu kata orang-orang. Kalau sudah yakin dengan alasanmu, dijamin deh semangat berolahraga bakal terus ada.
2. Biarkan dirimu beristirahat. Lho, bukannya kita harus terus berolahraga? Memang benar sih, tapi kan tubuh juga perlu rehat. Namun, ketika rasa bosan menyerang, gak salah juga kok istirahat sejenak. Jangan pernah salahin diri kamu karena ngerasa bosan karena, sekali lagi, hal itu normal kok. Kayak yang dibahas di atas, atlet aja bisa suntuk. Kalau kamu bosan terus-terusan lari di treadmill, boleh ambil break time. Kalau cuma bisa sebatas joging, lakukan aja. Akan tetapi, garis bawahi ya, jangan terlalu terlena dengan masa rehatmu. Beri waktu spesifik sampai kapan, dan keep active!
3. Lakukan olahraga yang kamu sukai. Kamu gak perlu muluk-muluk berpikir untuk angkat beban 10 kilogram atau lari half marathon saat mulai berolahraga. Dengan aktif bergerak, kamu sudah berolahraga kok. Selain cari alternatif yang gampang, temukan juga olahraga yang kamu suka. Kamu suka mantengin TikTok berisi video dance challenge.? Itu pun salah satu olahraga lho, jadi gak ada salahnya ikut dan rutin melakukannya. Suka angkat beban.? Gak salah kok buat beli alatnya. Kalau harganya kemahalan, pakai dulu alat yang ada sembari nabung di Dream Saver.
4. Tetapkan tujuan. Kalau sudah tau alasan berolahraga, yang gak kalah penting adalah mencapai tujuan dari berolahraga. Ngelakuin kalistenik di rumah biar otot mu tumbuh atau rajin lari di treadmill biar lemak di tubuh terbakar adalah contoh dari tujuanmu berolahraga.
Dengan mengeset goal tersebut, kamu bakal makin termotivasi. Syukur-syukur bisa menambah intensitas kamu berolahraga!
5. Olahraga bareng teman. Buat yang terbiasa olahraga rame-rame, olahraga di rumah tuh bikin suntuk banget ya! Tenang, sekarang kan zaman sudah canggih. Ajak teman-temanmu buat olahraga bareng. Bukan cuma meeting yang bisa online, olahraga juga kok. Kamu bisa lari bareng di treadmill secara virtual, ikut kelas yoga secara online, bahkan menyelesaikan menu latihan core kamu secara daring.
6. Mulai aja dulu!. Semua tips di atas tentu gak bakal terpengaruh kalau kamu gak memulainya. Jadi, gak usah banyak alasan. Segera cari jersey kamu yang paling keren, pakai, lalu segera olahraga. Jangan cuma posting di Instagram Stories dan bilang kamu lagi olahraga tapi gak olahraga ya, guys.
Nah, itu tadi tips dari kami biar kamu termotivasi untuk selalu berolahraga. Ingat, menjaga imun dalam kondisi kayak sekarang tuh penting banget. Dan, salah satu cara meningkatkan imun adalah dengan berolahraga. Kamu sendiri, punya tips lain biar tetap bergerak di dalam rumah.?
4 Alat Kalistenik Buat Olahraga di Rumah.
By Pryanto Untuk bertahan selama pandemi, imunitas tubuh kita mesti dijaga, salah satunya dengan berolahraga. Yang bikin happy, sudah banyak masyarakat yang melek soal kesehatan dengan berolahraga.
Hal ini bisa dilihat dari kembalinya kecintaan masyarakat dalam berlari bersama-sama ataupun bersepeda bareng saat pagi untuk berpeleton bak atlet sungguhan. Yang pasti, mereka tetap beraktivitas dengan mematuhi protokol kesehatan. Bahkan, ada yang akhirnya mendalami yoga biar sehat jasmani dan rohani.
Eits.? bukan Yoga teman sejawat atau sekolah kamu lho ya. Ini yoga dengan beberapa gaya seperti head stand dan lainnya,😄 Nah.! terus gimana buat yang suka strength training; yang terbiasa nge-gym pakai treadmill, bench press, deadlift, dan alat-alat lainnya.?
Jawabannya ada pada "kalistenik.!" Kalistenik adalah metode olah fisik yang menggunakan berat tubuh sendiri sebagai beban. Latihan fisik ini juga dikenal sebagai bodyweight exercise.
kalistenik bisa dilakukan kapan pun dan di mana pun yang jelas selama lagi gak ngantuk dan dikejar deadline kerjaan ya hehe. Kayak olahraga yang lain, kalistenik pun butuh beberapa investasi barang yang harus dibeli guna menunjang latihan yang khusyuk dan menghasilkan endorfin setelahnya. Apa saja alat-alat yang bisa diinvestasikan atau dibeli dan dipakai di rumah untuk gantiin kita nge-gym? Yuk disimak.
1. Pull-up bar. Tujuan gerakan pull-up baik untuk melatih otot-otot punggung (latissimus dorsi, rhomboids, trapezius), bahu belakang (posterior deltoid), bisep, serta forearms. Pada gambar pertama kamu bisa lihat bar untuk melakukan pull-up.
Gambar di atas diperuntukkan buat kamu yang punya space kosong di area taman rumah untuk menanam pull-up bar di tanah bukan cuma pohon dan tanaman doang yang bisa ditanam lho, hehe. Pull-up bar ini bisa di-custom di tukang besi kesayangan di dekat rumah. Ukuran, lebar, hingga tingginya bisa macam-macam dengan kisaran harga Rp300.000 sampai Rp500.000.
Buat yang suka hal praktis atau kepingin lebih ringkas, kamu bisa beli bar ini di beberapa e-commerce dengan harga di bawah Rp100.000 dengan opsi pengiriman bebas ongkir.
Kamu bisa langsung checkout pakai Jenius Pay deh.! Tanpa banyak makan tempat, bisa langsung digantung di pintu dan dapat di-adjust sesuai kebutuhan kamu saat latihan.
2. Dip bar. Nah untuk melatih otot dada (pectoralis major), bahu depan (anterior deltoid), dan trisep bisa dicoba dengan dip bar. Sebelumnya, pastikan diri kamu sudah menguasai push-up dengan form yang baik terlebih dahulu. Kalau sudah, bisa menambah progres gerakan yang lebih sulit dengan dip bar ini. Dip bar ini dibandrol dengan harga sekitar Rp500.000 sampai Rp800.000 yang mana bisa jadi pilihan ciamik untuk menambah alat latihan di rumah. Kalau menyambung dengan pull-up bar yang ditanam di atas, kamu bisa sekali bayar dengan kisaran Rp900.000.
sudah dapat menanam pull-up bar dan dip bar sekalian deh!
3. Adjust dumbbell. Untuk melatih beberapa muscle group yang lain, alat ini sudah umum hampir dimiliki semua penggemar angkat beban.
Yak Sobat, dumbel multifungsi yang bisa di-adjust berat bebannya. Panjangnya ini bisa jadi salah satu alternatif untuk meningkatkan performa latihan kamu. Bisa dijadikan untuk latihan variasi gerakan lower body seperti goblet squat, deadlift, hip thrust, dan masih banyak lagi. Harganya pun kisaran Dari Rp1 juta.
4. Ab wheel. Tools terakhir adalah ab wheel, yang mana bisa melatih secara keseluruhan kekuatan otot perut (abdominal), core, punggung, dan trisep kamu di rumah.
Bisa dengan menggunakan lutut dulu sebagai bentuk regresi dan menggunakan kaki sebagai bentuk progresinya kalau kamu sudah jago nih. Alat ini dijual mulai dari harga Rp50.000 saja, lho!
Nah, di Berikut tadi adalah beberapa tool untuk menunjang latihan kalistenik di rumah jadi lebih efektif. Olahraga itu gak melulu harus mahal, justru yang mahal itu adalah konsistensi kamu. Patut diingat juga nih latihan kamu harus berprogres dan selalu dicatat.
Terapkan progressive overload, tidur yang cukup, dan nutrisi yang seimbang. Kalau masih bingung sama cara menyusun program latihan yang baik dan benar, mungkin sudah waktunya melakukan investasi tambahan gak cuma di alat, melainkan nge-hire seorang coach yang bisa pantau aktivitas olah fisik kamu dengan lebih terstruktur. Kamu punya cerita lain soal kalistenik.?
0 Komentar