AYO SIAGA BENCANA!. Mengenal Rantai Penularan, Gejala dan Pencegahan Penyakit.!
Mengenal BENCANA.! Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering mendengar istilah bencana. Apa sih bencana itu.? BENCANA merupakan kejadian luar biasa yang disebabkan oleh faktor alam ataupun sebagai akibat ulah manusia yang menimbulkan korban jiwa, kerugian material dan kerusakan ingkungan.
Bencana timbul ketika kita tidak dapat mengatasi ancaman. Sangat penting bagi kita untuk dapat mengurangi risiko bencana ANtaranya:
- Memiliki pengetahuan dan kemampuan yang membantu dampak buruk bencana dapat dihindari atau dikurangi.!
- Mengetahui Tanda-Tanda Bencana. Pencegahan Penyakit dengan menjaga kesehatan diri lingkungan serta Faktor Resiko Rantai Penularan.
- Bencana yang terjadi secara tiba-tiba, misalnya gempa bumi, tsunami, angin topan/badai, letusan gunung api, banjir bandang dan tanah longsor. Beberapa bencana memberikan tanda-tanda sehingga kita bisa menyelamatan diri, tetapi ada yang sulit untuk dibaca bahkan oleh perangkat teknologi canggih.
- Bencana yang terjadi secara perlahan, biasanya disertai munculnya tanda-tanda sehingga ta bisa melakukan tindakan-tindakan untuk mencegah timbulnya banyak korban, misalnya banjir, kekeringan dll.
Sedangkan Berdasarkan Penyebabnya.? Bencana dikelompokan Menjadi.
- Bencana yang disebabkan gejala alam. Pergeseran lapisan bumi menimbulkan ancaman gempa bumi dan tsunami, letusan gunung api menimbulkan ancamen gempa vulkanik, letusan, semburan awan panas, hujan abu dll. perubahan menimbulkan perubahan pola musim dan angin topan; sedangkan kemara bisa menimbulkan kebakaran hutan.
- Bencana yang disebabkan oleh manusia. Bencana yang disebabkan manusia, risalnya yang berhubungan dengan lingkungan seperti penebangan hutan yang mengakibatkan erosi, kelalaian seperti kebocoran reaktor nuklir, kebakaran kilang minyak dll. pertentangan antar manusia (konflik atau perang) juga dapat menyebabkan bencana.
BENCANA WABAH | PENYAKIT MENULAR.! RANTAI-RANTAI PENULARAN, GEJALA DAN PENCEGAHAN PENYAKIT.?
DEMAM TYPHOID - TYPES | Gejala, Penyebab, Penularan, Vaksin dan Pengobatan
- Demam Typhoid yang dikenal dengan nama penyakit tifus/tifes adalah suatu penyakit infeksi akut yang biasanya mengenai saluran pencernaan dengan gejala demam lebih dari 1minggu yang disebabkan oleh kuman Salmonella typhi. Selain oleh Salmonella typhi, demam typhoid juga bisa disebabkan oleh Salmonella paratyphi namun gejalanya jauh lebih ringan. Kuman ini umumnya terdapat dalam air atau makanan yang ditularkan oleh orang yang terinfeksi kuman tersebut sebelumnya.
- Penyakit ini yang disebabkan oleh makanan/food borne disease, transmisi/jalur penularan penyakit ini juga melalui faecal-oral. Juga ditemukan pada daerah-daerah dengan sanitasi dan penyediaan air bersih masih buruk karena kontaminasi bakteri dari dalam perut. Biasanya menyerang anak-anak sampai dewasa antara 5-25 tahun.
- Gejala dan Tanda Pada awal gejala yang timbul dapat berupa : anoreksia, rasa malas, sakit kepala bagian depan, nyeri otot, lidah kotor, gangguan perut (perut meragam dan sakit).
- Gejala khas demam typhoid dapat berupa : demam terutama pada sore dan malam hari. · Gangguan pencernaan (mual muntah diare atau sembelit). lidah kotor. Mulut pahit
- Pencegahan dan Penanganan Pencegahan:
- Menjaga kebersihan pribadi dan lingkungan
- Kebiasan cuci tangan memakai sabun dengan air yang mengalir setelah dan ssebelum makan.
- Menjaga kebersihan makanan ( mencuci bahan makanan, memasak dengan sempurna dan menutupi makanan dengan tudung saji)
- Memakan makanan dan minuman yang bersih dan sehat BAB ditempat yang benar
- Penanganan:
- Tirah baring
- Beri paracetamol untuk menurunkan demam
- Minum air yang banyak atau caitran elektrolit Berikan makanan yang lunak atau lembek · Segera rujuk ke fasilitas kesehatan terdekat apabila keluhan tidak berkurang
Hepatitis A | Gejala, Penyebab, Penularan, Vaksin dan Pengobatan
Hepatitis merupakan suatu kondisi peradangan pada hati yang dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti bakteri, virus, obat-obatan, atau alkohol.
Terdapat beberapa virus yang bisa menyebabkan hepatitis, salah satunya adalah virus hepatitis A dan dikenal sebagai penyakit Hepatitis A.
Hati (liver) merupakan organ yang terletak di bawah tulang rusak sebelah kanan perut manusia. Memiliki peran yang sangat penting, berfungsi untuk mencerna makanan dan membersihkan racun dari tubuh. Fungsi hati akan terganggu ketika mengalami peradangan.
Gejala Hepatitis A
- Demam
- Kelelahan
- Nyeri atau rasa tidak nyaman pada perut, khususnya di area hati
- Mual
- Muntah
- Tidak nafsu makan
- Tinja berwarna pucat
- Air seni berwarna coklat seperti teh
- Nyeri sendi
- Kulit dan mata menjadi kuning (ikterus)
- Gatal
Tidak semua penderita mengalami gejala di atas. Gejala lebih sering muncul pada orang dewasa dibandingkan anak-anak. Bahkan pada anak usia di bawah 6 tahun, hanya 10% yang dilaporkan mengalami gejala ikterus. Ikterus merupakan kondisi ketika kadar bilirubin di dalam darah meningkat akibat gangguan fungsi hati, ditandai dengan mata dan kulit penderita menjadi kuning.
Komplikasi Hepatitis A
Pada dasarnya, penyakit hepatitis A dapat sembuh dan tidak menyebabkan kerusakan hati yang menetap. Namun, pada kasus yang jarang terjadi, hepatitis A dapat menyebabkan fungsi hati hilang secara mendadak disebut dengan gagal hati akut, terutama pada pasien dengan usia yang lebih tua (di atas 50 tahun) atau penderita penyakit hati kronis, seperti hepatitis B atau C.
Gagal hati Hepatitis A
Membutuhkan perawatan dan pemantauan ketat di rumah sakit. Beberapa penderita mungkin memerlukan transplantasi hati. Sekitar 10-15% penderita yang telah sembuh dapat mengalami kekambuhan penyakit sampai 6 bulan setelah penyakitnya sembuh, namun ini tidak menunjukkan adanya perkembangan hepatitis kronis.
Penyebab Hepatitis A
Virus hepatitis A termasuk dalam famili picornaviridae, bersifat stabil pada suhu panas, tahan asam dan tahan terhadap cairan empedu. Virus hepatitis A diketahui dapat bertahan selama lebih dari 1 bulan di suhu ruang.
Cara Penularan Hepatitis A
Seseorang dapat terinfeksi virus hepatitis A ketika mengonsumsi makanan atau minuman yang telah tercemar oleh tinja penderita hepatitis A (fecal-oral). Penyakit ini tidak menular melalui bersin atau batuk.
Beberapa cara spesifik penularan hepatitis A, antara lain:
- Mengonsumsi makanan yang ditangani oleh penderita hepatitis A yang tidak mencuci tangan setelah menggunakan kamar kecil
- Minum air yang terkontaminasi
- Mengonsumsi kerang mentah dari air yang tercemar limbah
- Kontak erat dengan penderita yang terinfeksi, meskipun penderita tidak menunjukkan gejala sakit
- Melakukan hubungan badan dengan penderita
Faktor Risiko Hepatitis A
Seseorang memiliki risiko yang lebih tinggi untuk terinfeksi virus hepatitis A, jika :
- Bepergian ke daerah atau negara endemis hepatitis A
- Tinggal di kondisi lingkungan yang buruk, seperti tidak tersedianya air bersih
- Tidak menerapkan kebersihan diri
- Bekerja di tempat penitipan anak
- Tinggal dengan penderita hepatitis A
- Berhubungan badan dengan penderita
- Melakukan hubungan badan sesama jenis, khususnya pria
- Menderita HIV
- Menderita gangguan pembekuan darah, seperti hemofilia
- Menggunakan obat-obat terlarang
Diagnosis Hepatitis A
Selain melalui pemeriksaan fisik dan gejala yang dirasakan, dokter juga akan melakukan pemeriksaan laboratorium. Diagnosis spesifik dibuat dengan melakukan pemeriksaan Immunoglobulin (IgM) anti HAV, yaitu pemeriksaan antibodi terhadap virus hepatitis A.
Selain itu, peradangan pada hati menyebabkan fungsi hati terganggu, ditandai dengan peningkatan nilai enzim hati, melalui pemeriksaan SGOT dan SGPT.
Pencegahan Hepatitis A
1. Menjaga kebersihan diri dan lingkungan
Rajin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, sebelum makan, sebelum mengolah dan menghidangkan makanan, setelah dari toilet, setelah mengganti popok bayi dan sebelum menyusui bayi.
Penyakit ini ditularkan oleh tinja yang mengandung virus hepatitis A, oleh karena itu juga perlu diperhatikan dalam membuang tinja. Pastikan Mommy membuang tinja di jamban.
2. Mengelola makanan dengan benar
- Hindari mengonsumsi makanan mentah. Memanaskan makanan dan minuman sampai suhu 85°C minimal selama 1 menit dapat membunuh virus hepatitis A.
- Hindari membeli makanan di pinggir jalan
- Mencuci peralatan masak dan makan
- Menjaga kebersihan dapur
- Memisahkan antara bahan makanan matang dan mentah
- Menggunakan air bersih baik untuk minum dan kebutuhan sehari-hari
3. Melakukan Imunisasi
Imunisasi hepatitis A terdiri dari 2 jenis, yaitu:
- Imunisasi pasif
Menggunakan immunoglobulin, dapat memberikan efek perlindungan dengan cepat, namun hanya bersifat sementara. Imunisasi pasif diberikan pada seseorang yang kontak dengan penderita atau pencegahan sebelum kontak dengan penderita hepatitis A.
- Imunisasi aktif
Imunisasi aktif dengan pemberian vaksin hepatitis A dapat memberikan perlindungan yang efektif terhadap penyakit ini. Vaksin dibuat dari virus yang telah diinaktivasi (inactivated vaccine). Vaksin dapat diberikan mulai usia 24 bulan sebanyak 2 dosis dengan selang pemberian 6-12 bulan.
Vaksin hepatitis A mulai memberikan perlindungan setelah 4 minggu sejak Mommy menerima suntikan pertama. Dosis kedua diperlukan untuk memberikan perlindungan jangka panjang.
Pengobatan Hepatitis A
Tidak ada pengobatan spesifik untuk mengobati penyakit hepatitis A. Hepatitis A ringan tidak membutuhkan pengobatan. Kebanyakan penderita yang terinfeksi dapat sembuh sepenuhnya dalam 6 bulan tanpa kerusakan hati permanen.
Tujuan pengobatan hepatitis A adalah mengontrol gejala yang menyebabkan penderita merasa tidak nyaman. Penggunaan antivirus atau antibiotik tidak direkomendasikan.
Untuk mengurangi gejala, penderita harus melakukan:
- Bed rest atau istirahat total, kebanyakan penderita hepatitis A akan merasakan lemas dan tidak berenergi
- Makan dengan porsi kecil tapi sering
- Pilihlah makanan yang berkalori tinggi, seperti jus buah atau susu, agar dapat memenuhi kebutuhan tubuh
- Hindari makanan dan minuman yang dapat memperparah mual, misalnya makanan asam, berlemak dan pedas
- Minum air dalam jumlah cukup untuk menghindari dehidrasi, khususnya bagi penderita dengan keluhan muntah
- Hindari minuman beralkohol
- Hindari penggunaan obat-obatan
Sebelum mengonsumsi obat-obatan, pastikan Mommy telah berkonsultasi dengan tenaga kesehatan. Peradangan pada hati menyebabkan hati kesulitan untuk memproses obat-obatan dan minuman beralkohol, sehingga berisiko menyebabkan gangguan dan kerusakan hati.
Selain mengobati gejala, penderita hepatitis A juga harus mencegah penularan penyakit ke orang lain, dengan cara:
- Hindari berhubungan badan
- Cuci tangan setidaknya selama 20 detik menggunakan sabun dan air mengalir, terutama setelah dari toilet dan mengganti popok anak
- Jangan menyiapkan makanan untuk orang lain
Campak | Pengertian, Gejala, Penyebab, Vaksin dan Pengobatan
Campak dikenal juga dengan measles, morbili atau rubeola merupakan penyakit infeksi yang sering terjadi pada anak-anak. Penyakit yang disebabkan oleh virus ini cukup berbahaya karena dapat menyebabkan komplikasi serius dan kematian, saat ini campak dapat dicegah dengan pemberian vaksin.
Ciri-Ciri Gejala Campak
Tanda dan gejala campak akan muncul sekitar 7 sampai 14 hari setelah penderita terpapar oleh virus. Tanda dan gejala yang dapat dialami, antara lain:
- Demam
- Batuk kering
- Hidung berair
- Nyeri tenggorokan
- Mata merah dan berair (konjungtivitis)
- Koplik’s spots (Bercak putih yang terdapat di dalam mulut dapat terlihat 2 sampai 3 hari setelah gejala muncul)
- Ruam pada kulit (Biasanya mulai terlihat dalam 3 sampai 5 hari setelah gejala muncul. Dimulai dari bintik merah datar yang terlihat di sekitar wajah dan menyebar ke leher, badan, lengan, dan kaki. Ketika ruam muncul biasanya demam akan semakin parah)
Komplikasi Campak
Komplikasi serius dapat terjadi pada semua usia. Namun, beberapa kelompok yang lebih sering mengalami komplikasi campak, antara lain:
- Anak usia di bawah 5 tahun
- Orang dewasa di atas 20 tahun
- Wanita hamil
- Orang dengan gangguan sistem imun, seperti penderita leukemia atau HIV
Komplikasi Umum Campak
- Infeksi telinga
Terjadi pada 1 dari 10 anak yang mengalami campak dan dapat menyebabkan kehilangan pendengaran permanen.
- Diare
Komplikasi Serius Campak
- Pneumonia
Komplikasi pneumonia atau infeksi paru dilaporkan terjadi pada 1 dari 20 anak yang mengalami campak. Pneumonia juga merupakan penyebab umum terjadinya kematian pada anak.
- Ensefalitis
Terjadi pembengkakan pada otak. Meski jarang terjadi, komplikasi ini dapat menyebabkan kejang dan menyebabkan anak menjadi tuli atau cacat intelektual.
- Gangguan pada kehamilan
Pada Mommy yang sedang hamil dan belum mendapatkan vaksin, campak dapat menyebabkan kelahiran prematur, bayi dengan berat badan rendah dan kematian.
Penyebab Campak
Campak adalah penyakit yang sangat menular, disebabkan oleh virus yang memperbanyak diri di hidung dan tenggorokan anak atau orang dewasa yang terinfeksi.
Cara Penularan Campak
Campak menular melalui percikan air liur yang terhirup ketika penderita campak batuk, bersin atau berbicara. Percikan air liur yang mengandung virus campak dapat jatuh pada permukaan benda. Virus dapat tetap aktif dan bertahan di udara dan permukaan benda selama 2 jam. Mommy dapat tertular virus jika menyentuh permukaan yang telah terkontaminasi virus lalu menyentuh hidung, mulut atau mata Mommy dengan tangan tersebut.
Penderita campak dapat menyebarkan campak ke orang lain dimulai 4 hari sebelum dan setelah ruam muncul. Hampir 90% orang yang berinteraksi erat dengan penderita akan tertular jika belum memiliki kekebalan tubuh terhadap campak.
Faktor Risiko Campak
Terdapat beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko Mommy terinfeksi virus campak, yaitu:
- Belum mendapatkan vaksin campak
- Bepergian ke negara endemik campak
- Mengalami defisiensi vitamin A
Diagnosis Campak
Dokter akan mendiagnosis penyakit campak berdasarkan tanda dan gejala yang dialami, seperti karakteristik ruam atau bercak merah pada kulit, koplik’s spot atau bercak putih di dalam dinding mulut.
Pencegahan Campak
Penyakit campak sangat mudah menular dan berbahaya karena dapat menyebabkan beragam komplikasi. Untungnya, penyakit ini bisa dicegah dengan pemberian vaksin campak.
Vaksin Campak
Di Indonesia, vaksin MR (Measles and Rubella) atau yang dikenal dengan vaksin Campak-Rubella sudah menjadi vaksin yang wajib diberikan saat masih bayi. Vaksin MR merupakan vaksin hidup yang dilemahkan (live attenuated) untuk mencegah dua penyakit, yaitu campak dan rubella. Tidak seperti campak, penyakit rubella biasanya menyebabkan penyakit ringan pada anak-anak.
Namun, jika terjadi pada Mommy yang sedang hamil pada trimester pertama atau awal kehamilan dapat menyebabkan keguguran atau kecacatan pada bayi atau yang dikenal dengan Sindroma Rubella Kongenital. Sindroma tersebut menyebabkan kelainan pada jantung, mata, gangguan pendengaran dan keterlambatan perkembangan.
- Vaksin MR untuk Anak-anak
Dahulu vaksin MR dikenal dengan vaksin MMR untuk mencegah campak, gondongan dan rubella. Namun, saat ini pemerintah telah mengganti vaksin MMR menjadi vaksin MR untuk mencegah campak dan rubella. Vaksin MR diberikan pada usia 9 bulan, 18 bulan dan kelas 1 SD/ sederajat.
- Vaksin MR untuk Dewasa
Vaksin MR juga dapat diberikan pada orang dewasa yang belum mendapatkan vaksin campak saat bayi. Dibutuhkan 1 sampai 2 dosis vaksin MR untuk orang dewasa. Konsultasikan dengan dokter terlebih dahulu, sebelum Mommy mendapatkan vaksin MR.
Kontraindikasi Pemberian Vaksin
Vaksin MR tidak direkomendasikan diberikan pada:
- Orang yang sedang menggunakan terapi kortikosteroid atau obat penekan sistem imun dan radioterapi
- Wanita hamil
- Leukemia, anemia berat dan kelainan darah lainnya
- Kelainan fungsi ginjal berat
- Gangguan jantung (Decompensatio cordis)
- Mendapatkan injeksi gamma globulin atau transfusi darah
- Riwayat alergi terhadap komponen vaksin, seperti neomycin.
Pengobatan Campak
Tidak ada pengobatan khusus untuk penyakit campak. Dokter mungkin akan meresepkan obat-obatan untuk meringankan gejala, yaitu:
- Obat demam
Obat penurun demam atau antipiretik, seperti paracetamol atau ibuprofen dapat diberikan untuk membantu mengurangi demam. Namun, hindari penggunaan aspirin pada anak, karena berisiko menyebabkan Reye’s syndrome. Meski jarang terjadi, namun kondisi tersebut berisiko mengancam jiwa.
- Antibiotik
Antibiotik diberikan bukan untuk mengobati campak. Namun, pemberian antibiotik hanya akan diberikan jika dokter mencurigai terjadinya infeksi tambahan yang disebabkan oleh bakteri, seperti pneumonia atau infeksi pada telinga.
- Vitamin A
Anak-anak yang kekurangan vitamin A berisiko lebih tinggi mengalami komplikasi campak. Oleh karena itu, biasanya dokter juga akan memberikan tambahan vitamin A untuk mengurangi keparahan penyakit campak.
TBC | Pengertian, Gejala, Penyebab, Vaksin dan Pengobatan
TBC (Tuberkulosis) yang juga dikenal dengan TB adalah penyakit paru-paru akibat kuman Mycobacterium tuberculosis. TBC akan menimbulkan gejala berupa batuk yang berlangsung lama (lebih dari 3 minggu), biasanya berdahak, dan terkadang mengeluarkan darah.
Kuman TBC tidak hanya menyerang paru-paru, tetapi juga bisa menyerang tulang, usus, atau kelenjar. Penyakit ini ditularkan dari percikan ludah yang keluar penderita TBC, ketika berbicara, batuk, atau bersin. Penyakit ini lebih rentan terkena pada seseorang yang kekebalan tubuhnya rendah, misalnya penderita HIV.
Gejala Tuberkulosis
Selain menimbulkan gejala berupa batuk yang berlangsung lama, penderita TBC juga akan merasakan beberapa gejala lain, seperti:
DemamLemasBerat badan turunTidak nafsu makanNyeri dadaBerkeringat di malam hari
Pengobatan Tuberkulosis
TBC dapat dideteksi melalui pemeriksaan dahak. Beberapa tes lain yang dapat dilakukan untuk mendeteksi penyakit menular ini adalah foto Rontgen dada, tes darah, atau tes kulit (Mantoux).
TBC dapat disembuhkan jika penderitanya patuh mengonsumsi obat sesuai dengan resep dokter. Untuk mengatasi penyakit ini, penderita perlu minum beberapa jenis obat untuk waktu yang cukup lama (minimal 6 bulan). Obat itu umumnya berupa:
Isoniazid
Rifampicin
Pyrazinamide
Ethambutol
Pengobatan penyakit TBC membutuhkan waktu yang cukup lama dan biaya yang tidak sedikit. Oleh karena itu, memiliki asuransi kesehatan bisa menjadi pertimbangan, sehingga Anda tidak perlu dipusingkan dengan tanggungan biaya saat berobat nanti.
Pencegahan Tuberkulosis
TBC dapat dicegah dengan pemberian vaksin BCG yang disarankan dilakukan sebelum bayi berusia 2 bulan. Selain itu, pencegahan juga dapat dilakukan dengan cara:
Mengenakan masker saat berada di tempat ramai.Tutupi mulut saat bersin, batuk, dan tertawa.Tidak membuang dahak atau meludah sembarangan.
HIV | Pengertian, Gejala, Penyebab, Vaksin dan Pengobatan
HIV (human immunodeficiency virus) adalah virus yang merusak sistem kekebalan tubuh dengan menginfeksi dan menghancurkan sel CD4. Jika makin banyak sel CD4 yang hancur, daya tahan tubuh akan makin melemah sehingga rentan diserang berbagai penyakit.
HIV yang tidak segera ditangani akan berkembang menjadi kondisi serius yang disebut AIDS (acquired immunodeficiency syndrome). AIDS adalah stadium akhir dari infeksi HIV. Pada tahap ini, kemampuan tubuh untuk melawan infeksi sudah hilang sepenuhnya.
Penularan HIV terjadi melalui kontak dengan cairan tubuh penderita, seperti darah, sperma, cairan vagina, cairan anus, serta ASI. Perlu diketahui, HIV tidak menular melalui udara, air, keringat, air mata, air liur, gigitan nyamuk, atau sentuhan fisik.
HIV adalah penyakit seumur hidup. Dengan kata lain, virus HIV akan menetap di dalam tubuh penderita seumur hidupnya. Meski belum ada metode pengobatan untuk mengatasi HIV, tetapi ada obat yang bisa memperlambat perkembangan penyakit ini dan dapat meningkatkan harapan hidup penderita.
HIV dan AIDS di Indonesia
Berdasarkan data Kementerian Kesehatan RI tahun 2019, terdapat lebih dari 50.000 kasus infeksi HIV di Indonesia. Dari jumlah tersebut, kasus HIV paling sering terjadi pada heteroseksual, diikuti lelaki seks lelaki (LSL) atau homoseksual, pengguna NAPZA suntik (penasun), dan pekerja seks.
Sementara itu, jumlah penderita AIDS di Indonesia cenderung meningkat. Di tahun 2019, tercatat ada lebih dari 7.000 penderita AIDS dengan angka kematian mencapai lebih dari 600 orang.
Akan tetapi, dari tahun 2005 hingga 2019, angka kematian akibat AIDS di Indonesia terus mengalami penurunan. Hal ini menandakan pengobatan di Indonesia berhasil menurunkan angka kematian akibat AIDS.
Gejala HIV dan AIDS
Kebanyakan penderita mengalami flu ringan pada 2–6 minggu setelah terinfeksi HIV. Flu bisa disertai dengan gejala lain dan dapat bertahan selama 1–2 minggu. Setelah flu membaik, gejala lain mungkin tidak akan terlihat selama bertahun-tahun meski virus HIV terus merusak kekebalan tubuh penderitanya, sampai HIV berkembang ke stadium lanjut menjadi AIDS.
Pada kebanyakan kasus, seseorang baru mengetahui bahwa dirinya terserang HIV setelah memeriksakan diri ke dokter akibat terkena penyakit parah yang disebabkan oleh melemahnya daya tahan tubuh. Penyakit parah yang dimaksud antara lain diare kronis, pneumonia, atau toksoplasmosis otak.
Penyebab dan Faktor Risiko HIV dan AIDS
Penyakit HIV disebabkan oleh human immunodeficiency virus atau HIV, sesuai dengan nama penyakitnya. Bila tidak diobati, HIV dapat makin memburuk dan berkembang menjadi AIDS.
Penularan HIV dapat terjadi melalui hubungan seks vaginal atau anal, penggunaan jarum suntik, dan transfusi darah. Meskipun jarang, HIV juga dapat menular dari ibu ke anak selama masa kehamilan, melahirkan, dan menyusui.
Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko penularan adalah sebagai berikut:
Berhubungan seksual dengan berganti-ganti pasangan dan tanpa menggunakan pengamanMenggunakan jarum suntik bersama-samaMelakukan pekerjaan yang melibatkan kontak dengan cairan tubuh manusia tanpa menggunakan alat pengaman diri yang cukup
Lakukan konsultasi ke dokter bila Anda menduga telah terpapar HIV melalui cara-cara di atas, terutama jika mengalami gejala flu dalam kurun waktu 2–6 minggu setelahnya.
Pengobatan HIV dan AIDS
Penderita yang telah terdiagnosis HIV harus segera mendapatkan pengobatan berupa terapi antiretroviral (ARV). ARV bekerja mencegah virus HIV bertambah banyak sehingga tidak menyerang sistem kekebalan tubuh.
Pencegahan HIV dan AIDS
Berikut adalah beberapa cara yang dapat dilakukan untuk menghindari dan meminimalkan penularan HIV:
- Tidak melakukan hubungan seks sebelum menikah Tidak berganti-ganti pasangan seksualMenggunakan kondom saat berhubungan seksual.
- Menghindari penggunaan narkoba, terutama jenis suntik.
- Mendapatkan informasi yang benar terkait HIV, cara penularan, pencegahan, dan pengobatannya, terutama bagi anak remaja
KUIS | Gejala, Penyebab, Penularan, dan Pengobatan Serta Tindakan/Penanangan.
- Sebutkan Macam-macam Bencana Alam di Indonesia..?
- Berdasarkan Bencana Alam Tersebut bagaimana Penyebab, serta Tindakan ataupun Penangannya baik pada Korban banyak.
- Terakhir..! Berdasarkan Gejala, Penyebaran dan Penularan Penyakit-Penyakit DiATAS Bagaimana cara Pencegahan dan Tindakan yang Harus dilakukan.?
- Sebutkan langkah-langkah Mitegasi bencana Gempa Bumi dari Sebelum, Saat Setelah Kejadian.
12 Komentar
Nama : Daniel Ezra Putra
BalasHapuskelas : 7B
No. : 06
>gempa bumi, tsunami, angin topan/badai, letusan gunung api, banjir bandang dan tanah longsor.
>Pergeseran lapisan bumi menimbulkan ancaman gempa bumi dan tsunami, letusan gunung api menimbulkan ancamen gempa vulkanik, letusan, semburan awan panas, hujan abu dll. perubahan menimbulkan perubahan pola musim dan angin topan; sedangkan kemara bisa menimbulkan kebakaran hutan.
>Menjaga kebersihan pribadi dan lingkungan
Kebiasan cuci tangan memakai sabun dengan air yang mengalir setelah dan ssebelum makan.
Menjaga kebersihan makanan ( mencuci bahan makanan, memasak dengan sempurna dan menutupi makanan dengan tudung saji)
Memakan makanan dan minuman yang bersih dan sehat BAB ditempat yang benar
Nama: Gaby
BalasHapusKelas-absen: 8G 15
1.
Disebabkan manusia:
Tanah Longsor, banjir
Disebabkan alam:
Angin topan/badai, gunung Meletus, gempa bumi, tsunami
2.
Bencana yang disebabkan gejala alam
Pergeseran lapisan bumi menimbulkan ancaman gempa bumi dan tsunami, letusan gunung api menimbulkan ancamen gempa vulkanik, letusan, semburan awan panas, hujan abu dll. perubahan menimbulkan perubahan pola musim dan angin topan; sedangkan kemara bisa menimbulkan kebakaran hutan.
Bencana yang disebabkan oleh manusia
Bencana yang disebabkan manusia, risalnya yang berhubungan dengan lingkungan seperti penebangan hutan yang mengakibatkan erosi, kelalaian seperti kebocoran reaktor nuklir, kebakaran kilang minyak dll. pertentangan antar manusia (konflik atau perang) juga dapat menyebabkan bencana.
3.
Menjaga kebersihan pribadi dan lingkungan
Cuci tangan memakai sabun dengan air yang mengalir
Menjaga kebersihan makanan serta memakan makanan yang bergisi
4.
Apa yang dilakukan sebelum terjadi gempa bumi:
• Menyiapkan rencana untuk penyelamatan diri apabila gempa bumi terjadi.
• Melakukan latihan yang dapat bermanfaat dalam menghadapi reruntuhan saat gempa bumi, seperti merunduk, perlindungan terhadap kepala, berpegangan ataupun dengan bersembunyi di bawah meja.
• Menyiapkan alat pemadam kebakaran, alat keselamatan standar dan persediaan obat-obatan.
• Membangun konstruksi rumah yang tahan terhadap guncangan gempa bumi dengan fondasi yang kuat. Selain itu, anda bisa merenovasi baguan bangunan yang sudah rentan.
• Memperhatikan daerah rawan gempa bumi dan aturan seputar pengguna lahan yang di keluarkan oleh pemerintah.
Saat terjadi bencana gempa bumi:
1. Jika saat terjadi gempa bumi dan anda berada di dalam bangunan, seperti rumah, sekolah ataupun bangunan bertingkat:
• Guncangan akan terasa beberapa saat, selama jangka waktu itu, upayakan keselamatan diri anda dengan cara berlindung di bawah meja untuk menghindari dari benda-benda yang mungkin jatuh dan jendela kaca.
• Lindungi kepala dengan bantal atau helm, atau berdirilah di bawah pintu. Bila sudah terasa aman, segera lari ke luar rumah.
• Jika anda sedang memasak, segera matikan kompor serta mencabut dan mematikan semua peralatan yang menggunakan listrik untuk mencegah terjadinya kebakaran.
• Bila keluar rumah, perhatikan kemungkinan pecahan kaca, genteng atau material lain. Tetap lindungi kepala anda dan segera menuju ke lapangan terbuka.
• Jangan berdiri di dekat tiang, pohon atau sumber listrik atai gedung yang mungkin roboh.
• Jangan gunakan lift apabila sudah terasa guncangan, gunakalah tangga darurat untuk evakuasi keluar bangunan. Apabila sudah di dalam elevator, tekan semua tombol atau gunakan interphone untuk panggilan kepada pengelola gedung.
• Kenali bagian bangunan yang memiliki struktur kuat, seperti pada sudut bangunan.
• Apabila anda berada di dalam bangunan yang memiliki petugas keamanan dan ikuti instruksi evakuasi.
2. Jika anda berada di dalam mobil:
• Saat terjadi gempa bumi dengan kekuatan besar, anda akan kehilangan kontrol terhadap mobil.
• Jauhi persimpangan, pinggirkan mobil anda di kiri bahu jalan dan berhentilah.
• Ikuti instruksi dari petugas berwenang dengan memperhatikan lingkungan sekitar atau melalui alat komunikasi lainnya seperti radio atau gawai.
Apa yang di lakukan setelah terjadi gempa bumi:
• Tetap waspada terhadap gempa bumi susulan.
• Ketika berada di dalam bangunan, evakuasi diri anda setelah gempa bumi berhenti. Perhatikan reruntuhan maupun benda-benda yang membahayakan pada saat evakuasi.
• Jika berada di dalam rumah, tetap berada di bawah meja yang kuat.
• Periksa keberadaan api dan potensi terjadinya bencana kebakaran.
• Berdirilah di tempat terbuka jauh dari gedung dan instalasi listrik dan air. Apabila di luar bangunan dengan tebing di sekeliling, hindari daerah yang rawan longsor.
• Jika di dalam mobil, berhentilah di pinggir jalan, tetapi tetap berada di dalam mobil. Hindari berhenti di bawah atau di atas jembatan atau rambu-rambu lalu lintas.
ABEL_8F_08
BalasHapus1.
Gempa bumi, tsunami, tanah longsor, banjir bandang, angin topan
2. Pergeseran lapisan bumi menimbulkan ancaman gempa bumi dan tsunami, letusan gunung api menimbulkan ancamen gempa vulkanik, letusan, semburan awan panas, hujan abu dll. perubahan menimbulkan perubahan pola musim dan angin topan; sedangkan kemara bisa menimbulkan kebakaran hutan.
3. Menjaga kebersihan pribadi dan lingkungan
Kebiasan cuci tangan memakai sabun dengan air yang mengalir setelah dan ssebelum makan.
Menjaga kebersihan makanan ( mencuci bahan makanan, memasak dengan sempurna dan menutupi makanan dengan tudung saji)
Memakan makanan dan minuman yang bersih dan sehat BAB ditempat yang benar
4.
Sebelum Bencana ( Mitigasi )
Bangun rumah tahan gempa
Pastikan perabotan Anda disimpan dalam kondisi aman.
Pelajari Jalur Evakuasi
Hindari wilayah rawan tanah amblas akibat gempa
Mengetahui letak-letak benda yang dikhawatirkan juga dapat membahayakan ketika bencana terjadi
Mengikuti prosedur pemerintah mengenai tata cara penanggulangan bencana
Setelah terjadi( Mitigasi )
Pastikan bahwa kondisi telah aman
Ikuti instruksi pihak berwajib
maria graciella_7J_22
BalasHapus1. Sebutkan Macam-macam Bencana Alam di Indonesia..?
1. Bencana yang terjadi secara tiba-tiba, misalnya gempa bumi, tsunami, angin topan/badai, letusan gunung api, banjir bandang dan tanah longsor.
2. Bencana yang terjadi secara perlahan, biasanya disertai munculnya tanda-tanda sehingga ta bisa melakukan tindakan-tindakan untuk mencegah timbulnya banyak korban, misalnya banjir, kekeringan dll.
2. Berdasarkan Bencana Alam Tersebut bagaimana Penyebab, serta Tindakan ataupun
Penangannya baik pada Korban banyak.
Penyebab gempa : pergeseran lempeng bumi
Dibedakan menjadi 2
1. Gempa tektonik (pergerakan lempeng bumi)
2. Gempa vulkanik ( gunung meletus )
Gempa bisa mengakibatkan rumah roboh dan memicu tsunami serta tanah longsor
Penanganan :
Jangan menggunakan lift
Jauhi kaca dan benda tergantung
Jika berada diluar rumah jauhi pohon, tiang listrik dan bangunan tinggi
Pertolongan pertama jika terjadi luka:
1. Bersihkan bagian luka
2. Jika terjadi pendarahan beri penekanan hingga pendarahan berhenti
3. Beri obat antiseptik pada luka agar tidak infeksi
4. Beri penutup luka pada luka terbuka
Jika luka tergolong berat hubungi dan bawa ke fasilitas kesehatan
3. Terakhir..! Berdasarkan Gejala, Penyebaran dan Penularan Penyakit-Penyakit DiATAS Bagaimana cara Pencegahan dan Tindakan yang Harus dilakukan.?
1. Menjaga kebersihan pribadi dan lingkungan
2. Kebiasan cuci tangan memakai sabun dengan air yang mengalir setelah dan ssebelum makan.
3. Menjaga kebersihan makanan ( mencuci bahan makanan, memasak dengan sempurna dan menutupi makanan dengan tudung saji)
4. Memakan makanan dan minuman yang bersih dan sehat
5. BAB ditempat yang benar
4. Sebutkan langkah-langkah Mitegasi bencana Gempa Bumi dari Sebelum, Saat Setelah Kejadian.
Sebelum gempa :
Mengenali tempat sekolah, kantor ataupun rumah. Apakah rawan gempa? Terletak di pesisir pantai? Dekat bukit?
Membangun rumah dengan kuat
Periksa stabilitas benda gantung
Tempatkan benda besar / berat di rak bawah / lantai
Atur perabotan untuk menempel kedinding agar tidak roboh
Periksa atap / dinding yang retak
Pastikan gas dan listrik aman
Catat nomer telp darurat ( rumahsakit, polisi, pemadam kebakaran)
Siapkan tas siaga bencana.
Jika di dalam gedung kenali tempat aman didalam gedung
Perhatikan rambu² evakuasi gedung
Pastikan titik kumpul ruangan terbuka
Menyelarasi rencana kedaruratan
Sepakati bunyi sebagai tanda gempa bumi( kentongan )
Sepakati jalur evakuasi dan titik kumpul serta rambu²nya
Saat gempa
SAAT GEMPA
Berusaha tidak panik
Segera lindungi kepala
Berlindung dengan menunduk ( drop ), lindungi kepala ( cover ), berpegangan ( hold on ) pada kaki / meja / furnitur yg kokoh.
Jauhi jendela , pintu dan benda kaca
Matikan semua peralatan listrik untuk mencegah kebakaran
Saat diluar gedung lindungin kepala
Hindari bangunan
Perhatikan tempat berpijak
Jika sedang di pegunungan hindari lokasi yg mingkin longsor
Jika sedang berkendara menepi dan tetap di tempat sampai gempa reda
SETELAH GEMPA
Usahakan tetap tenang dan tetapi tetap lindungi kepala
Segera keluar gedung
Jauhi gedung tinggi
Jauhi lokasi berbau gas
Telepon/ minta tolong bila ada yg terluka
Selalu simak informasi terupdate
aletha_7h_2
BalasHapus1.Sebutkan Macam-macam Bencana Alam di Indonesia..?
1.gempa bumi,
2.tsunami,
3.angin topan/badai,
4.letusan gunung api,
5.banjir bandang dan
6.tanah longsor.
2.Berdasarkan Bencana Alam Tersebut bagaimana Penyebab, serta Tindakan ataupun Penangannya baik pada Korban banyak.
>Bencana yang disebabkan gejala alam. Pergeseran lapisan bumi menimbulkan ancaman gempa bumi dan tsunami, letusan gunung api menimbulkan ancamen gempa vulkanik, letusan, semburan awan panas, hujan abu dll. perubahan menimbulkan perubahan pola musim dan angin topan; sedangkan kemara bisa menimbulkan kebakaran hutan.
>Bencana yang disebabkan oleh manusia. Bencana yang disebabkan manusia, risalnya yang berhubungan dengan lingkungan seperti penebangan hutan yang mengakibatkan erosi, kelalaian seperti kebocoran reaktor nuklir, kebakaran kilang minyak dll. pertentangan antar manusia (konflik atau perang) juga dapat menyebabkan bencana.
3. Terakhir..! Berdasarkan Gejala, Penyebaran dan Penularan Penyakit-Penyakit DiATAS Bagaimana cara Pencegahan dan Tindakan yang Harus dilakukan.?
Pencegahan dan Penanganan Pencegahan:
>Menjaga kebersihan pribadi dan lingkungan
>Kebiasan cuci tangan memakai sabun dengan air yang mengalir setelah dan ssebelum makan.
>Menjaga kebersihan makanan ( mencuci bahan makanan, memasak dengan sempurna dan menutupi makanan dengan tudung saji)
>Memakan makanan dan minuman yang bersih dan sehat BAB ditempat yang benar
4.Sebutkan langkah-langkah Mitegasi bencana Gempa Bumi dari Sebelum, Saat Setelah Kejadian.
> Sebelum Gempa Terjadi
- Masyarakat diminta menyiapkan rencana untuk penyelamatan diri apabila gempa bumi terjadi.
- Melakukan latihan yang dapat bermanfaat dalam menghadapi reruntuhan saat gempa bumi, seperti menunduk, perlindungan terhadap kepala, berpegangan, ataupun dengan bersembunyi di bawah meja.
- Menyiapkan alat pemadam kebakaran, alat keselamatan standar, dan persediaan obat-obatan.
- Membangun konstruksi rumah yang tahan terhadap guncangan gempa bumi dengan fondasi yang kuat. Selain itu Anda bisa merenovasi bagian bangunan yang sudah rentan.
- Memperhatikan daerah rawan gempa bumi dan aturan seputar penggunaan lahan yang dikeluarkan oleh pemerintah.
>Setelah Gempa Terjadi
- Tetap waspada terhadap gempa bumi susulan.
- Ketika berada di dalam bangunan, evakuasi diri Anda setelah gempa bumi berhenti. Perhatikan reruntuhan maupun benda-benda yang membahayakan saat evakuasi.
- Jika berada di dalam rumah, tetap berada di bawah meja yang kuat.
- Periksa keberadaan api dan potensi terjadinya bencana kebakaran.
- Berdirilah di tempat terbuka yang jauh dari gedung dan instalasi listrik dan air. Apabila di luar bangunan adalah lokasi dengan tebing di sekelilingnya, maka hindari daerah yang rawan longsor.
- Jika di dalam mobil, berhentilah tetapi tetap berada di dalam mobil. Hindari berhenti di bawah atau di atas jembatan atau rambu-rambu lalu lintas.
Nama : Vincentia Jessica Kusuma
BalasHapusKelas/No.absen: 7B/31
1. Gempa bumi, tsunami, angin topan/badai, letusan gunung berapi, banjir bandang, tanah longsor, banjir, kekeringan.
• 2. Bencana yang disebabkan gejala alam. Pergeseran lapisan bumi menimbulkan ancaman gempa bumi dan tsunami, letusan gunung api menimbulkan ancamen gempa vulkanik, letusan, semburan awan panas, hujan abu dll. perubahan menimbulkan perubahan pola musim dan angin topan; sedangkan kemara bisa menimbulkan kebakaran hutan.
• Bencana yang disebabkan oleh manusia. Bencana yang disebabkan manusia, risalnya yang berhubungan dengan lingkungan seperti penebangan hutan yang mengakibatkan erosi, kelalaian seperti kebocoran reaktor nuklir, kebakaran kilang minyak dll. pertentangan antar manusia (konflik atau perang) juga dapat menyebabkan bencana.
3. Menjaga kebersihan pribadi dan lingkungan
Cuci tangan memakai sabun dengan air yang mengalir
Menjaga kebersihan makanan serta memakan makanan yang bergisi.
4. A. Sebelum Gempa Terjadi
- Masyarakat diminta menyiapkan rencana untuk penyelamatan diri apabila gempa bumi terjadi.
- Melakukan latihan yang dapat bermanfaat dalam menghadapi reruntuhan saat gempa bumi, seperti menunduk, perlindungan terhadap kepala, berpegangan, ataupun dengan bersembunyi di bawah meja.
- Menyiapkan alat pemadam kebakaran, alat keselamatan standar, dan persediaan obat-obatan.
- Membangun konstruksi rumah yang tahan terhadap guncangan gempa bumi dengan fondasi yang kuat. Selain itu Anda bisa merenovasi bagian bangunan yang sudah rentan.
- Memperhatikan daerah rawan gempa bumi dan aturan seputar penggunaan lahan yang dikeluarkan oleh pemerintah.
B. Saat Gempa Terjadi
Bila Anda berada di dalam bangunan, seperti rumah, sekolah ataupun bangunan bertingkat, ini yang harus dilakukan :
- Guncangan akan terasa beberapa saat. Selama jangka waktu itu, berlindunglah di bawah meja untuk menghindari dari benda-benda yang mungkin jatuh dan jendela kaca. Lindungi kepala dengan bantal atau helm, atau berdirilah di bawah pintu. Bila sudah terasa aman, segera lari keluar rumah.
- Jika sedang memasak, segera matikan kompor serta mencabut dan mematikan semua peralatan yang menggunakan listrik untuk mencegah terjadinya kebakaran.
- Bila keluar rumah, perhatikan kemungkinan jatuhnya pecahan kaca, genteng atau material lainnya. Tetap lindungi kepala dan segera menuju ke lapangan terbuka. Jangan berdiri dekat tiang, pohon, atau sumber listrik atau gedung yang mungkin roboh.
- Jangan gunakan lift apabila Anda berada di lantai atas dalam bangunan. Gunakan tangga darurat untuk evakuasi keluar bangunan. Apabila sudah berada dalam lift, segera tekan semua tombol, atau gunakan interphone untuk panggilan kepada pengelola bangunan.
- Kenali bangunan yang memiliki struktur kuat, seperti apa sudut bangunan. Apabila Anda berada di dalam bangunan yang memiliki petugas keamanan, ikuti instruksi evakuasi.
- Saat Anda berada dalam mobil, Anda kemungkinan akan kehilangan kontrol terhadap mobil. Maka jauhi persimpangan, pinggirkan dan berhentikan mobil Anda di kiri bahu jalan. Kemudian ikuti instruksi petugas berwenang dengan memerhatikan lingkungan sekitar atau melalui alat komunikasi seperti radio dan gawai.
C. Setelah Gempa Terjadi
- Tetap waspada terhadap gempa bumi susulan.
- Ketika berada di dalam bangunan, evakuasi diri Anda setelah gempa bumi berhenti. Perhatikan reruntuhan maupun benda-benda yang membahayakan saat evakuasi.
- Jika berada di dalam rumah, tetap berada di bawah meja yang kuat.
- Periksa keberadaan api dan potensi terjadinya bencana kebakaran.
- Berdirilah di tempat terbuka yang jauh dari gedung dan instalasi listrik dan air. Apabila di luar bangunan adalah lokasi dengan tebing di sekelilingnya, maka hindari daerah yang rawan longsor.
- Jika di dalam mobil, berhentilah tetapi tetap berada di dalam mobil. Hindari berhenti di bawah atau di atas jembatan atau rambu-rambu lalu lintas.
NUEL/8E/11
BalasHapus1. Gempa bumi
tsunami
tanah longsor
banjir
angin topan
2. Pergeseran lapisan bumi menimbulkan ancaman gempa bumi dan tsunami, letusan gunung api menimbulkan ancamen gempa vulkanik, letusan, semburan awan panas, hujan abu dll. perubahan menimbulkan perubahan pola musim dan angin topan; sedangkan kemara bisa menimbulkan kebakaran hutan
3. - Menjaga kebersihan pribadi dan lingkungan
- Kebiasan cuci tangan memakai sabun dengan air yang mengalir setelah dan ssebelum makan.
- Menjaga kebersihan makanan ( mencuci bahan makanan, memasak dengan sempurna dan menutupi makanan dengan tudung saji)
- Memakan makanan dan minuman yang bersih dan sehat
- BAB ditempat yang benaR
4. Sebelum Gempa Terjadi
- Masyarakat diminta menyiapkan rencana untuk penyelamatan diri apabila gempa bumi terjadi.
- Melakukan latihan yang dapat bermanfaat dalam menghadapi reruntuhan saat gempa bumi, seperti menunduk, perlindungan terhadap kepala, berpegangan, ataupun dengan bersembunyi di bawah meja.
- Menyiapkan alat pemadam kebakaran, alat keselamatan standar, dan persediaan obat-obatan.
- Membangun konstruksi rumah yang tahan terhadap guncangan gempa bumi dengan fondasi yang kuat. Selain itu Anda bisa merenovasi bagian bangunan yang sudah rentan.
- Memperhatikan daerah rawan gempa bumi dan aturan seputar penggunaan lahan yang dikeluarkan oleh pemerintah.
Setelah Gempa Terjadi
- Tetap waspada terhadap gempa bumi susulan.
- Ketika berada di dalam bangunan, evakuasi diri Anda setelah gempa bumi berhenti. Perhatikan reruntuhan maupun benda-benda yang membahayakan saat evakuasi.
- Jika berada di dalam rumah, tetap berada di bawah meja yang kuat.
- Periksa keberadaan api dan potensi terjadinya bencana kebakaran.
- Berdirilah di tempat terbuka yang jauh dari gedung dan instalasi listrik dan air. Apabila di luar bangunan adalah lokasi dengan tebing di sekelilingnya, maka hindari daerah yang rawan longsor.
- Jika di dalam mobil, berhentilah tetapi tetap berada di dalam mobil. Hindari berhenti di bawah atau di atas jembatan atau rambu-rambu lalu lintas.
8D/ 7
BalasHapus1. Bencana yang bersifat mendadak seperti gempa bumi, tsunami, angin topan/badai, letusan gunung berapi, banjir bandang dan tanah longsor. Beberapa bencana memberikan tanda-tanda agar kita dapat menyelamatkan diri, tetapi beberapa bencana sulit dibaca bahkan dengan peralatan berteknologi tinggi.
Bencana lambat biasanya disertai dengan rambu-rambu agar masyarakat dapat mengambil tindakan untuk mencegah timbulnya banyak korban, seperti banjir, kekeringan, dll.
2. Bencana yang disebabkan oleh fenomena alam: Perubahan strata merupakan ancaman gempa bumi dan tsunami, dan letusan gunung berapi merupakan ancaman gempa vulkanik, letusan, letusan awan panas, dan hujan abu. Perubahan menyebabkan perubahan pola musim dan angin topan; dan kekeringan dapat menyebabkan kebakaran hutan.
Bencana buatan manusia: Bencana buatan manusia, seperti bencana terkait lingkungan, seperti penggundulan hutan yang menyebabkan erosi, dan kelalaian seperti kebocoran reaktor nuklir, kebakaran kilang minyak, dll. Konflik antar manusia (konflik atau perang) juga dapat menimbulkan bencana
3. - Menjaga kebersihan pribadi dan lingkungan
- Kebiasan cuci tangan memakai sabun dengan air yang mengalir setelah dan ssebelum makan.
- Menjaga kebersihan makanan (mencuci bahan makanan, memasak dengan sempurna dan menutupi makanan dengan tudung saji)
- Memakan makanan dan minuman yang bersih dan sehat
4. Sebelum Gempa Terjadi
- Masyarakat diminta menyiapkan rencana untuk penyelamatan diri apabila gempa bumi terjadi.
- Melakukan latihan yang dapat bermanfaat dalam menghadapi reruntuhan saat gempa bumi, seperti menunduk, perlindungan terhadap kepala, berpegangan, ataupun dengan bersembunyi di bawah meja.
- Menyiapkan alat pemadam kebakaran, alat keselamatan standar, dan persediaan obat-
Saat Gempa Terjadi
- Bila keluar rumah, perhatikan kemungkinan jatuhnya pecahan kaca, genteng atau material lainnya. Tetap lindungi kepala dan segera menuju ke lapangan terbuka. Jangan berdiri dekat tiang, pohon, atau sumber listrik atau gedung yang mungkin roboh.
- Jangan gunakan lift apabila Anda berada di lantai atas dalam bangunan. Gunakan tangga darurat untuk evakuasi keluar bangunan. Apabila sudah berada dalam lift, segera tekan semua tombol, atau gunakan interphone untuk panggilan kepada pengelola bangunan.
Setelah Gempa Terjadi
- Tetap waspada terhadap gempa bumi susulan.
- Berdirilah di tempat terbuka yang jauh dari gedung dan instalasi listrik dan air.
Nama : Kelvin J.
BalasHapus7B-17
1. Bencana yang ditimbulkan alam di Indonesia :
- gempa bumi
- tsunami
- letusan gunung api (menimbulkan ancamen gempa vulkanik, letusan, semburan awan panas, hujan abu)
- angin topan
- kekeringan
Bencana yang ditimbulkan manusia :
- penebangan hutan yang mengakibatkan erosi
- kelalaian seperti kebocoran reaktor nuklir
- kebakaran kilang minyak
- banjir
(perubahan iklim)
2. - Bencana yang disebabkan oleh gejala alam : Pergeseran lapisan bumi menimbulkan ancaman gempa bumi dan tsunami, letusan gunung api menimbulkan ancamen gempa vulkanik, letusan, semburan awan panas, hujan abu dll. perubahan menimbulkan perubahan pola musim dan angin topan; sedangkan kemara bisa menimbulkan kebakaran hutan.
- Bencana yang disebabkan oleh manusia : Bencana yang disebabkan manusia, risalnya yang berhubungan dengan lingkungan seperti penebangan hutan yang mengakibatkan erosi, kelalaian seperti kebocoran reaktor nuklir, kebakaran kilang minyak dll. pertentangan antar manusia (konflik atau perang) juga dapat menyebabkan bencana.
Penyebab gempa : Pergeseran lempeng Bumi
Cara menagatasi : Jangan menggunakan lift
Cari tempat terbuka
3. - Menjaga kebersihan pribadi
- Menjaga kebersihan makanan
- Cuci tangan dengan 6 langkah (memakai sabun dan air mengalir)
- Memakan makanan yang bersih, sehat, dan bergizi
4. Sebelum gempa :
- Kenali daerah
- Perhatikan letak pintu keluar jika sedang berada di gedung
- Matikan kompor, air, gas, dan alat listrik setelah selesai digunakan
- Menyiapkan rencana untuk penyelamatan diri
- Melakukan latihan yang dapat bermanfaat dalam menghadapi reruntuhan saat gempa bumi
- Menyiapkan alat pemadam kebakaran, alat keselamatan standar, dan persediaan obat-obatan
Saat gempa :
- Melindungi sendiri dan keluarga dibawah meja atau kasur
- Lindungi kepala
- Menjauh dari gedung, pohon, dan tiang (Cari daerah terbuka)
- Ikuti petugas
- Jangan menggunakan lift
- Berhenti jika mengedarai perkendaraan
- Bergeraklah ke daerah tinggi jika di pantai
- Waspada gempa susulan
- Perhatikan benda berjatuhan
- Matikan listrik atau gas jika sedang menggunakannya
Setelah gempa :
- Segera keluar (tidak lari) jika di dalam gedung karena mungkinnya terjadi gempa susulan
- Periksa jika ada yang terluka
- Matikan aliran listrik dan gas
- Berilah pertolongan pertama kepada orang-orang yang terluka jika mampu
- Dengarkan informasi dari sumber terpercaya
- Berhenti tetapi tetap di mobil dan hindari jembatan atau rambu-rambu lalu lintas
1. Gempa Bumi, Tsunami, Tanah longsor, banjir
BalasHapus2. A. Gempa Bumi disebabkan oleh retakan dan pelepasan sistem disuatu tempat yang kemudian bergerak dan berubah demikian cepat sebagai akibat desakan tenaga
Cara penanganan saat terjadi gempa bumi adalah berlindung di tempat yg aman, Mencari tempat terbuka, dan menyiapkan tas siaga bencana
B. Tsunami disebabkan oleh gempa bumi yang berada di laut. Gempa bumi tersebut membentuk gelombang air besar
Cara penanganan saat terjadi tsunami adalah menyiapkan/menuju tempat yang aman. Untuk mencegah tsunami terjadi, sebaiknya kita Melestarikan hutan bakau dan terumbu karang dan Menyiapkan sensor gelombang tsunami
C. Tanah longsor disebabkan oleh aliran air permukaan atau air hujan, sungai-sungai atau gelombang laut, yang menggerus kaki lereng hingga bertambah curam
Cara pencegahan tanah longsor adalah dengan tidak Membuat Kolam Atau Sawah Di Atas Lereng, Tidak Mendirikan Rumah Di Bawah Tebing dan tidak Menebang Pohon Di Sekitar Lereng
D. Banjir disebabkan oleh Adanya Penyumbatan Akibat Buang Sampah Sembarangan
Banjir bisa dicegah dengan cara Membersihkan Selokan, Membersihkan Halaman Rumah dan Sekitarnya, Membuang Sampah pada Tempatnya
3. Menjaga jarak dengan orang lain, Membuang sampah di tempat sampah, Mencuci tangan sebelum & sesudah makan.
4. Sebelum : - Siapkan rencana untuk penyelamatan diri apabila gempa bumi terjadi.
- Melakukan latihan yang dapat bermanfaat dalam menghadapi reruntuhan saat gempa bumi
- Menyiapkan alat pemadam kebakaran, alat keselamatan standar, dan persediaan obat-obatan.
- Membangun konstruksi rumah yang tahan terhadap guncangan gempa bumi dengan fondasi yang kuat.
Sesaat :-Berlindunglah di bawah meja untuk menghindari benda yang terjatuh.
-Lindungi kepala dengan bantal atau helm, atau berdirilah di bawah pintu.
-Bila sudah terasa aman, segera lari keluar rumah dan perhatikan sekitar. Lindungi kepala dari benda2 yang berjatuhan
-Jangan gunakan lift apabila terjadi gempa
Setelah : -Waspada terhadap gempa bumi susulan
- Segera evakuasi diri, dan Perhatikan reruntuhan maupun benda-benda yang membahayakan saat evakuasi.
- Jika berada di dalam rumah, tetap berada di bawah meja yang kuat.
- Periksa keberadaan api dan potensi terjadinya bencana kebakaran.
- Berdirilah di tempat terbuka yang jauh dari gedung dan instalasi listrik dan air.
Mikael 8a 24
Marcelino_7i_4
BalasHapus1. Gempa Bumi, Tsunami, Tanah longsor, banjir
2. A. Gempa Bumi disebabkan oleh retakan dan pelepasan sistem disuatu tempat yang kemudian bergerak dan berubah demikian cepat sebagai akibat desakan tenaga
Cara penanganan saat terjadi gempa bumi adalah berlindung di tempat yg aman, Mencari tempat terbuka, dan menyiapkan tas siaga bencana
B. Tsunami disebabkan oleh gempa bumi yang berada di laut. Gempa bumi tersebut membentuk gelombang air besar
Cara penanganan saat terjadi tsunami adalah menyiapkan/menuju tempat yang aman. Untuk mencegah tsunami terjadi, sebaiknya kita Melestarikan hutan bakau dan terumbu karang dan Menyiapkan sensor gelombang tsunami
C. Tanah longsor disebabkan oleh aliran air permukaan atau air hujan, sungai-sungai atau gelombang laut, yang menggerus kaki lereng hingga bertambah curam
Cara pencegahan tanah longsor adalah dengan tidak Membuat Kolam Atau Sawah Di Atas Lereng, Tidak Mendirikan Rumah Di Bawah Tebing dan tidak Menebang Pohon Di Sekitar Lereng
D. Banjir disebabkan oleh Adanya Penyumbatan Akibat Buang Sampah Sembarangan
Banjir bisa dicegah dengan cara Membersihkan Selokan, Membersihkan Halaman Rumah dan Sekitarnya, Membuang Sampah pada Tempatnya
3. Menjaga jarak dengan orang lain, Membuang sampah di tempat sampah, Mencuci tangan sebelum & sesudah makan.
4. Sebelum :
a.Siapkan rencana untuk penyelamatan diri apabila gempa bumi terjadi.
B. Melakukan latihan yang dapat bermanfaat dalam menghadapi reruntuhan saat gempa bumi
C. Menyiapkan alat pemadam kebakaran, alat keselamatan standar, dan persediaan obat-obatan.
D. Membangun konstruksi rumah yang tahan terhadap guncangan gempa bumi dengan fondasi yang kuat.
Sesaat :
A.Berlindunglah di bawah meja untuk menghindari benda yang terjatuh.
B.Lindungi kepala dengan bantal atau helm, atau berdirilah di bawah pintu.
C.Bila sudah terasa aman, segera lari keluar rumah dan perhatikan sekitar. Lindungi kepala dari benda2 yang berjatuhan
D.Jangan gunakan lift apabila terjadi gempa
Setelah :
A.Waspada terhadap gempa bumi susulan
B.Segera evakuasi diri, dan Perhatikan reruntuhan maupun benda-benda yang membahayakan saat evakuasi.
C. Jika berada di dalam rumah, tetap berada di bawah meja yang kuat.
D.Periksa keberadaan api dan potensi terjadinya bencana kebakaran.
E. Berdirilah di tempat terbuka yang jauh dari gedung dan instalasi listrik dan air.
Terimakasih. Untuk Nilai Sudah TerRekap Semua. Tetap semangat dan Jangan lupa Belajar. ✊✊
BalasHapus