- Adanya inflasi
- Waktu yang tidak bisa diulang
- Semua orang pasti pensiun, jadi harus mempersiapkan dana di hari tua
Jenis - Jenis Investasi kita mulai mengetahui berbagai jenis instrumen investasi. Setidaknya, ada 5 jenis instrumen investasi yang umum dikenal, yaitu:
- Reksa dana: paket investasi dari berbagai aset seperti deposito, obligasi, saham yang dikelola manajer investasi.
- Deposito: produk keuangan yang dikeluarkan perbankan dengan jangka waktu yang ditentukan.
- Obligasi: surat utang yang diterbitkan pemerintah atau perusahaan untuk memperoleh pembiayaan dengan jangka waktu yang ditentukan.
- Saham: bukti kepemilikan nilai perusahaan.
- Emas: investasi yang bertujuan untuk melindungi nilai kekayaan.
👋Teman-Teman, kita telah mengenal apa itu investasi dan kenapa kita harus berinvestasi. Setelah memahaminya, pasti banyak yang bertanya-tanya: Terus kita harus investasi di mana ya? Maka, kita perlu mengetahui instrumen investasi apa aja yang ada di sekitar kita. Yuk, langsung kita bahas!
1. Reksa Dana. Paket investasi yang terdiri dari berbagai aset seperti deposito, obligasi, dan saham yang dikelola secara profesional oleh Manajer Investasi. Saat membeli reksa dana maka kamu menjadi pemilik unit dan dapat memperoleh keuntungan dari kenaikan harga unit. Reksa dana terdiri dari 4 jenis yaitu reksa dana pasar uang, obligasi, saham, dan campuran. Jadi, kamu bisa lebih fleksibel dalam memilih jenis aset berdasarkan jangka waktu dan profil risiko yang kamu miliki.
2. Deposito. Produk keuangan yang diterbitkan oleh perbankan dengan keuntungan dan jangka waktu investasinya ditetapkan dari awal. Misalnya, kamu membeli deposito bank dalam jangka waktu 1 tahun dengan bunga 3,25%. Maka dana yang kamu investasikan akan dikelola sebagai modal bank dan dapat dicairkan pada tanggal jatuh tempo disertai pembayaran bunga.
3. Obligasi. Surat utang yang diterbitkan oleh pemerintah atau korporasi untuk memperoleh pembiayaan. Seperti deposito, return dan jangka waktu investasi obligasi sudah ditetapkan dari awal. Misalnya, obligasi pemerintah seri ORI-020 memiliki kupon 4,95% per tahun dengan jangka waktu 3 tahun. Lalu, pada umumnya obligasi memiliki jangka waktu lebih panjang dan melakukan pembayaran keuntungan secara rutin dari setiap bulan, per 6 bulan, atau tahunan.
4. Saham. Ketika membeli saham, kamu terdaftar secara resmi sebagai pemilik sah atas suatu perusahaan. Saat ini, terdapat lebih dari 700 perusahaan tercatat yang sahamnya dapat diperjualbelikan melalui Bursa Efek Indonesia. Lalu, kamu dapat memperoleh keuntungan dari kenaikan harga saham (capital gain) dan pembagian keuntungan perusahaan (dividen)
5. Emas. Biasanya orang membeli emas untuk melindungi nilai kekayaan. Alasannya harga emas cenderung naik saat terjadi inflasi, krisis, atau gejolak ekonomi. Lalu, kamu dapat memperoleh keuntungan dari selisih kenaikan harga beli dan jual.
Faktor yang Perlu Diperhatikan Saat Memilih Investasi! Setelah paham tentang jenis investasi, di minggu ketiga kita belajar berbagai faktor yang perlu diperhatikan saat memilih instrumen investasi. Ini karena setiap instrumen investasi memiliki karakteristik yang berbeda-beda. Ada 5 faktor penentu untuk dipertimbangkan, seperti minimum modal investasi, risiko investasi, likuiditas, return, dan pajak. Yang pasti dari berbagai faktor tersebut, sesuaikan juga instrumen investasi yang akan kamu pilih dengan tujuan investasi dan profil risikomu ya!

Reksa Dana. Minimum investasi reksa dana sangat terjangkau, bisa dimulai dari Rp10 ribu. Karena reksa dana terbagi menjadi beberapa jenis (pasar uang, obligasi, saham, dan campuran), risiko dan return-nya bisa rendah hingga tinggi. Misalnya, reksa dana saham memiliki risiko tinggi dan return yang tinggi, sedangkan reksa dana pasar uang berisiko rendah dengan return yang juga lebih rendah. Likuiditas reksa dana juga tinggi karena bisa dicairkan kapan saja dan tidak dikenakan pajak karena bukan objek pajak.
Deposito. Produk keuangan perbankan ini memiliki minimum investasi yang lumayan besar, yaitu Rp5 juta. Tapi cukup diminati karena rendah risiko bagi orang yang ingin menabung. Bunga yang ditawarkan relatif stabil, meskipun tidak terlalu tinggi. Namun likuiditasnya rendah, karena hanya bisa ditarik sesuai dengan ketentuan jatuh tempo yang disepakati (1, 3, 6, atau 12 bulan). Selain itu, perlu diperhatikan bahwa bunga deposito akan dikenakan pajak yang cukup besar, yakni 20%. Jadi kalau bunga deposito kamu 4%, maka return yang kamu dapatkan setelah pajak hanya 3,2%.
Obligasi. Obligasi ritel memiliki minimum investasi sebesar Rp1 juta. Sama seperti deposito, obligasi adalah investasi rendah risiko dengan return berupa kupon yang sudah ditetapkan di awal. Tapi likuiditasnya rendah karena ada jangka waktu investasi yang bahkan lebih lama dari pada deposito (sekitar 2-3 tahun). Pembayaran keuntungan kupon juga dikenakan pajak sebesar 10%.
Saham. Saham dijual dengan harga per lembar dan bisa dibeli minimal 1 lot (100 lembar) mulai dari Rp5 ribu/lot*. Hanya saja, perlu diingat kalau saham itu high risk, high return. Berbeda dengan deposito atau obligasi, saham memiliki risiko tinggi karena harganya berfluktuasi setiap hari. Namun likuiditasnya tinggi karena bisa dijual kapan saja pada saat jam perdagangan bursa saham. Investasi saham juga dikenakan pajak final sebesar 0.1 % pada saat melakukan penjualan.
>>Untuk saham dengan harga Rp50 per lembar
Emas. Dalam berinvestasi emas batangan, kamu harus mempersiapkan dana minimum sekitar Rp 900 ribu untuk per gramnya. Namun emas menjadi investasi rendah risiko karena harganya cenderung naik di tengah inflasi. Return investasi emas akan semakin meningkat jika dilakukan dalam jangka waktu yang panjang. Emas juga mudah untuk dicairkan menjadi uang tunai. Tapi di setiap penjualan emas akan dikenakan pajak sebesar 1.5%.
Jadi sekarang sudah paham kan berbagai faktor untuk dipertimbangkan dalam memilih investasi? Bisa simpulkan kalau reksa dana merupakan paket investasi komplit mencakup saham, obligasi, dan deposito dengan minimum investasi terjangkau yang bisa kamu cairkan kapan saja dan tidak dikenakan pajak.
👋Teman Bibit, Di #PerluPaham bulan ini, kita akan mengenal tentang Investasi. Kata investasi sendiri sudah tidak asing terdengar di telinga kita. Semakin banyak pilihan instrumen investasi dan pesatnya pertumbuhan jumlah investor seakan mengkonfirmasi tren investasi di Indonesia. Apa yang dimaksud dengan investasi? Kenapa kita harus berinvestasi? Simak pembahasannya!
Sederhananya, investasi adalah cara untuk membuat aset kita bekerja. Ketika seseorang berinvestasi, tujuannya bukan untuk konsumsi melainkan menambah kekayaan dan menggunakannya di masa depan.
Selain itu, penting untuk kita memiliki alasan berinvestasi. Manfaatnya dapat memberikan motivasi supaya tetap fokus pada tujuan investasi kita. Berikut adalah beberapa alasan kita harus berinvestasi:
1. Inflasi. Dapat diartikan sebagai kenaikan harga barang dan jasa. Misalnya 10 tahun lalu, harga mie instan adalah Rp 1.500 dan sekarang menjadi Rp 3.000. Jika uang kita tidak bertumbuh, otomatis kemampuan kita dalam membeli barang akan berkurang seiring dengan harga yang lebih mahal. Keuntungan investasi dapat menjaga nilai uang kita agar tidak tergerus inflasi.
2. Waktu Tidak Bisa Diulang. Investasi bukan hanya soal uang, tapi juga waktu.Karena dengan waktu yang lebih panjang, uang kita sudah bekerja dan berkembang lebih awal. Jadi, semakin dini kita mulai investasi, semakin kecil modal yang perlu diinvestasikan untuk mencapai tujuan keuangan kita. Oleh karena itu, waktu memiliki peranan yang sangat penting dalam investasi.
3. Semua Orang Pasti Pensiun. Setiap orang pada waktunya akan memasuki masa pensiun dan tidak lagi memiliki penghasilan. Inilah dimana investasi yang sudah kita tabung dari waktu muda dan produktif, diharapkan bisa menggantikan penghasilan untuk hidup selama pensiun.
Kesimpulan
Sampai disini, kita telah memahami arti dari investasi dan berbagai alasan mengapa kita harus segera memulainya. Jadi, tunggu apalagi, Dapat disimpulkan, reksa dana sebagai paket investasi yang komplit mencakup deposito, obligasi, dan saham. Reksa dana dikelola oleh manajer investasi profesional, sehingga kamu tidak perlu pusing menganalisis sendiri. Reksa dana juga memiliki return maupun risiko yang bervariasi serta minimum investasi yang sangat terjangkau. Dengan begitu, kamu bisa lebih fleksibel saat menyesuaikan dengan tujuan investasi dan profil risiko. Selain itu, reksa dana juga bisa dicairkan kapan saja dan tidak dikenakan pajak. Semoga setelah pembahasan bulan ini, kamu makin pede untuk berinvestasi dan memilih instrumen investasi yang cocok buat kamu!
Poin Penting:
1.IPOT
IPOT: Semua Bisa Investasi. IPOT sebagai platform investasi dan trading saham satu-satunya yang sudah 100% berbasis aplikasi hadir dengan tampilan yang sangat menarik, lengkap dan detail yang tentu akan makin memanjakan nasabah dalam transaksi saham.
Menjadi jawaban atas kebutuhan transformasi dalam pengembangan bisnis dan khususnya menjawabi keinginan dan masukan nasabah untuk aplikasi transaksi jual-beli saham yang komprehensif dan powerful.
Dengan IPOT siapa pun dapat membuka rekening investasi secara full online, belajar investasi (baik secara mandiri maupun dengan mengikuti kelas edukasi IPOT) secara gratis, hingga berinvestasi dengan dukungan referensi yang lengkap dalam bentuk riset, informasi pasar, laporan keuangan, full charting, hingga Robo Trading. >>>Baca Selengkapnya
2.BIBIT
Investasi Reksa Dana. untuk Pemula Investor Profesional Mahasiswa Karyawan Wirausaha Pensiu. Bikin uang kamu bekerja lebih keras demi masa depan kamu. Keunggulan Investasi Reksa Dana di Bibit. Bibit membantu investor pemula untuk memulai investasi tanpa perlu pengalaman.
- Teknologi Robo Advisor. Membantu seleksi reksa dana berkualitas yang sesuai dengan profil risiko kamu.
- Gratis Biaya Komisi. Semua transaksi pembelian dan penjualan reksa dana tidak dipungut biaya komisi.
- Cairkan Kapan Saja. Cairkan dana investasi kapan pun sewaktu kamu butuhkan tanpa penalti.
- Mulai dari Rp100.000. Investasi dapat kamu mulai tanpa harus mempunyai modal yang besar.
Bibit membantu kamu mencapai mimpimu lewat investasi reksa dana.Beragam Fitur yang Memudahkanmu Berinvestasi Bibit dirancang khusus untuk bantu kamu memulai investasi dengan mudah.>>>Baca Selengkapnya
📈📊LIVE Trading
Index Perbandingan Properti IDX by Arsuda01 on TradingView.com
📰 Kabar Indonesia
Pemerintah resmi menetapkan cuti bersama Natal pada 24 November 2021 ditiadakan. Tujuannya untuk mencegah lonjakan kasus Covid-19
Kemenkes menetapkan harga PCR Jawa-Bali tertinggi turun menjadi Rp 275 ribu dari Rp 300 ribu. Lalu, Kemenkes meminta kepada Rumah Sakit, Laboratorium, dan Fasilitas pemeriksaan lainnya untuk mematuhi harga batas tertinggi tersebut.
Bank Indonesia menurunkan biaya transfer antar-bank menjadi Rp 2.500 dari Rp 6.500 per Desember 2021. Ini bisa tercapai karena Bank Indonesia menggunakan sistem baru bernama BI-Fast Payment (BI-FAST).
0 Komentar